Berita / Utama

Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) 3.0 Sebagai Wadah Memperkenalkan Konsep Konstruksi Ramping di Indonesia

Fivien Nur Savitri, ST, MT - Jumat, 12 Oktober 2018, 10:22:30 - Diperbaharui : Jumat, 12 - Oktober - 2018, 10:52:52

*Tampak salah satu tim peserta kompetisi melakukan simulasi proses pelaksanaan konstruksi di lapangan dengan melakukan pembangunan melakukan material lego*

BANDUNG, itb.ac.id - Sebagai wujud untuk meningkatkan pemahaman masyarakat konstruksi di Indonesia mengenai Konstruksi Ramping/Lean Construction di Indonesia, Kelompok Keahlian (KK) Manajemen dan Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan sebuah kompetisi yang terkait dengan konstruksi ramping untuk perguruan tinggi dan praktisi konstruksi di Indonesia. Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) 3.0 tersebut diadakan selama satu hari pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018 di Aula Timur ITB.

Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) 3.0 ini merupakan kelanjutan dari K2R 1.0 dan 2.0 yang secara berurutan telah diadakan pada tahun 2016 dan 2017 oleh KK Manajemen dan Rekayasa Konstruksi FTSL ITB secara terbuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia dimana jumlah peserta kompetisi semakin meningkat untuk setiap tahunnya. Pada kali ini, K2R 3.0 tidak hanya diikuti oleh mahasiswa namun juga oleh perusahaan konstruksi (konsultan dan kontraktor). Terdapat total 15 tim peserta kompetisi yang terdiri dari tujuh tim dari mahasiswa dan delapan tim dari perusahaan.

Tujuh perguruan tinggi yang berpartisipasi yaitu Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, UNIKA Soegijapranata, Universitas Sultan Agung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Institut Teknologi Bandung. Sementara itu, delapan tim dari perusahaan diisi oleh datu tim masing-masing dari PT Wijaya Karya (Persero), PT. Adhi Karya (Persero), Pola Data Consultant, PT Inti Karya Persada Teknik, dan empat tim dari PT. PP (Persero) yang berasal dari tim proyek yang berbeda.

*Foto bersama panitia Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) 3.0 bersama Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yaya Supriyatna Sumadinata (tampak dalam foto sedang memegang plakat)*


Acara ini merupakan kompetisi antar tim yang melakukan simulasi proses pelaksanaan konstruksi di lapangan dengan melakukan pembangunan melakukan material lego. Kompetisi ini menerapkan adanya proses Last Planner System (LPS) yang menitikberatkan pada peran subkontraktor/subtim dan kolaborasi antara kontraktor dan subkontraktor, dimana dalam dunia konstruksi penyelenggaraan proyek seperti itu mengarah pada penerapan Integrated Project Delivery-nya (IPD). Sehingga kompetisi ini sangat menarik karena bukan hanya menekankan pada manajemen proyek yang baik supaya dapat mengerjakan pekerjaan dengan efektif dan cepat, namun juga proses yang dihasilkan untuk menghasilkan pemborosan (waste) minimal.

Hal tersebut sesungguhnya juga sejalan dengan Kementerian PUPR untuk mendukung prinsip konstruksi ramping dimana Kementerian PUPR sudah melakukan berbagai cara seperti dengan melakukan perencanaan dimana desain konstruksi yang akan dibangun harus sudah memperhitungkan penggunaan alat dan material yang efektif. Selain itu, pada saat tahapan pelaksanaan konstruksi, di beberapa proyek, Kementerian PUPR juga sudah mulai memasukkan value engineering untuk dapat menekan biaya dan waktu pelaksanaan proyek tanpa mengurangi mutu dari pekerjaan yang akan terbangun. Namun, memang penerapannya dalam dunia konstruksi tidak mudah, dan perlu adanya pemahaman mengenai konstruksi ramping serta penerapannya dalam proses pelaksanaan konstruksi di lapangan. Oleh karena itu, kompetisi ini menjadi sarana yang tepat untuk memperkenalkan dan memahami bagaimana menerapkan konstruksi ramping kepada masyarakat konstruksi serta kepada dunia akademik.

*Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yaya Supriyatna Sumadinata sedang memberikan pidato sambutan di podium Acara kompetisi K2R 3.0*


“Acara kompetisi konstruksi ramping ini sangat penting bagi kami yang duduk sebagai regulator, karena forum-forum seperti inilah yang dapat membuat kami lebih dekat dan dapat bertukar pikiran dengan para pelaku sektor konstruksi terutama para akademisi. Harapan kami ke depannya, prinsip konstruksi ramping dapat diterapkan di setiap pelaksanaan proyek konstruksi di Indonesia.” kata Yaya Supriyatna Sumadinata, Sekretaris Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

Acara kompetisi K2R 3.0 ini ditutup dengan pengumuman pemenang. Terdapat tiga kategori pemenang, yaitu pemenang kategori perguruan tinggi, kategori perusahaan, dan kategori pemborosan minimal (umum).

Pemenang untuk kategori perguruan tinggi diraih oleh ITS (Juara 1), ITB (Juara 2), Undip (Juara 3), UII (Juara Harapan 1), dan Unika Soegijapranata (Juara Harapan 2). Pemenang untuk kategori perusahaan diraih oleh tim Lombok EEC Power Plant dari PT. PP (Juara 1), PLTD Senayan dari PT. PP (Juara 2), dan Ampel Karya dari Pola Data Consultant (Juara 3). Pemenang untuk kategori pemborosan minimal untuk seluruh peserta diperoleh Undip (Juara 1), ITB (Juara 2), dan ITS (Juara 3).


Bandung, 12 Oktober 2018

Disampaikan oleh Ir. Muhamad Abduh, MT.,Ph.D

KK  Manajemen dan Rekayasa Konstruksi FTSL ITB