Berita / Penelitian

Menyokong Industri 4.0 dengan Blockchain Karya Anak ITB

Adi Permana - Sabtu, 29 September 2018, 18:01:44 - Diperbaharui : Rabu, 3 - Oktober - 2018, 07:59:49


BANDUNG, itb.ac.id -- Hampir seluruh aspek kehidupan kini menjadi semakin canggih setiap saatnya. Konsep smart technology seakan telah menjadi trend tersendiri di lingkungan sosial, termasuk digitalisasi komunikasi di era industri 4.0 ini. Pasar, rantai suplai, dan proses manufaktur telah memasuki era otomasi yang tak lagi terfokuskan hanya pada sirkulasi produk skala massal, tapi juga pada pengintegrasian data di dalamnya.

Permintaan dan penggunaan akan smart technology pun meningkat secara eksponensial tiap waktu. Tantangan baru akan penguasaan cyber-physic system, IoT, cloud computing, serta cognitif computing harus dijawab dengan kesiapan yang matang baik dari sisi teknologi maupun birokrasi suatu negara.

Namun, tak hanya kesiapan teknologi dalam pengintegrasian data yang mutlak diperlukan, aspek keamanan dan validasi dari data itu sendiri haruslah juga dapat dijamin. Berangkat dari misi inilah, mahasiswa ITB, Rezha Kusuma mengembangkan suatu sistem blockchain untuk data berupa identitas yang diberi nama Blockchain ID. 

Apa itu blockchain? blockchain merupakan suatu sistem pencatatan data (database) yang tersebar di semua jaringan dalam sistem. Blockchain menerapkan sebuah konsep yang sederhana tetapi krusial pada praktiknya. Dalam cryptocurrency, desentralisasi data ini akan sangat penting untuk mencegah hilangnya kontrol data jika sistem utama disadap. Sekalipun data pada suatu komputer di jaringan mengalami kerusakan, riwayat transaksi akan aman karena tersimpan di komputer lain dalam jaringan tapi dalam bentuk yang terenskripsi. 

Hanya pemilik data dan beberapa pihak yang dapat membuka rincian transaksinya menggunakan private key. Selain itu, adanya kontrol individu terhadap kemungkinan penyalahgunaan data pribadinya oleh sistem pusat akan sangat bermanfaat terutama di era digital ini.

“Sebesar 90% masyarakat dunia khawatir bagaimana identitasnya digunakan. Namun kurang dari 10% yang merasa memilki kontrol terhadap identitasnya. Bagaimana jika ada suatu sistem identitas yang memberikan kontrol kembali kepada si pemilik identitas itu sendiri?” lanjutnya. Oleh sebab itu ia membuat Blockchain ID. 

Sesuai  dengan slogannya yaitu “Kontrol Identitas Kembali pada Anda”, Blockchain  ID dikembangkan dengan fungsi utama agar pemilik data dapat memegang data identitasnya sendiri, mengubah, mengelola, serta melacak siapa yang menggunakan identitas miliknya. Segala macam transaksi yang bersifat multiidentitas bisa menggunakan sistem hasil Tenant LPIK-ITB itu. Hal itu mengimplikasikan begitu luas aspek yang dapat diakomodasi menggunakan Blockchain dari hasil pengembangannya. 

Sejauh ini, pengembangan Blockchain di Indonesia pun masih sangat terbatas. Dengan tingkat keamanan dan validitas data yang tinggi, Blockchain  akan sangat perspektif di era industry 4.0. Integralistik otomasi dan digital marketing mensyaratkan adanya basis data yang sangat lengkap dan terdistribusi secara aman. 

Basis data ini akan dapat dibuat jika proses pencatatannya bersifat holistik selain juga tervalidasi dari sisi nilai. Oleh karena itu, Blockchain  akan menjadi sangat penting untuk dapat dikuasai demi menghadapi era industri 4.0.

Reporter: Karimatukhoirin