Berita / Akademik

Nathan, Mahasiswa Berprestasi ITB 2018 Peraih Ganesha Prize

Adi Permana - Selasa, 7 Agustus 2018, 17:29:34 - Diperbaharui : Selasa, 7 - Agustus - 2018, 17:33:28
BANDUNG, itb.ac.id — Mahasiswa Berprestasi ITB peraih Ganesha Prize tahun ini diberikan kepada Nathan, mahasiswa dari Program Studi Sarjana Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara. Pada Sidang Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Program Sarjana Tahun Akademik 2018/2019, di Sabuga, 6/8/2018, Nathan menerima sertifikat Ganesha Prize secara langsung dari Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, dan Chairman Bandung Technische Hoogeschool Fond’s Board, Eelco van Beek.

“Menjadi mahasiswa adalah kesempatan yang berharga untuk belajar banyak hal. Misalnya, belajar hidup mandiri bagi yang merantau, belajar berkemahasiswaan, belajar menjadi pemimpin, dan belajar mengenal masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan kepada seluruh mahasiswa baru sarjana ITB.

Ia pun bercerita bagaimana dirinya dapat meraih prestasi ketika menempuh pendidikan di ITB. Banyak tantangan yang akan dihadapi para mahasiswa baru ketika kuliah di ITB. Tantangan tersebut bahkan sudah dimulai ketika hendak masuk ITB dengan seleksinya yang ketat.

"Kita adalah jembatan di era teknologi, maka jangan sia-siakan seluruh kesempatan ketika menjadi mahasiswa. berbagai kesempatan tersebut dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus sesuai minat masing-masing," katanya.

Lalu bagaimana cara kita memanfaatkan seluruh kesempatan tersebut untuk selalu berprestasi? Menurut Nathan, ada empat poin yang harus dilakukan selama kuliah di ITB. Pertama ialah, kita harus mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu, dengan demikian kita mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri kita, serta tantangan dan hambatan dari luar. Kedua, menyeimbangkan kegiatan akademik dengan kegiatan kemahasiswaan. Ketiga manajemen waktu yang baik agar kita dapat menjadi pribadi yang efektif dan efisien. Terakhir, perlu membangun relasi di dalam kampus dan di luar kampus.
 
"Perlu kita ingat bahwa jatuh bangun di kampus ini bukanlah penghambat bagi kita untuk beprestasi, kita ditempa untuk bisa bangkit mengejar mimpi dan mewujudkan segala impian kita. Jadi jangan putus asa karena kalianlah yang ada di ruangan ini yang akan menggantikan kami duduk di kursi sabuga pada tahun-tahun berikutnya," ungkapnya dengan penuh semangat.

Ditemui usai acara, Nathan mengaku senang sekali bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa baru yang tengah mencari jati diri di kampus ITB. Ia pun bersyukur karena selama kuliah, bisa menjadi wakil dari ITB dalam berbagai perlombaan dan mendapatkan Ganesha Prize 2018, kemudian mendapat kesempatan program internship ke Belanda selama dua bulan.

"Tantangan saya selama kuliah tentu saja adalah akademik. Namun terlepas dari itu, kalau sebagai mahasiswa jangan sampai hanya berfokus pada akademik saja. Saran saya ikutilah berbagai organisasi dan kemahasiswaan yang ada sesuaikan dengan minat masing-masing dan tentu saja semoga itu semua bisa membangkitkan prestasi diri kita yang mungkin kita belum kenal saat ini," katanya.

Selama kuliah, Nathan tercatat pernah menjadi juara 2 kategori Technology Development dalam kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2017. Saat ini, Nathan berencana mengambil program Fast Track di ITB dan ingin melanjutkan kuliah S3 di luar negeri.