Berita / Utama

Langgam Jawa Keroncong dari Kacamata Seorang Profesor

Ahmad Fadil - Sabtu, 14 Juli 2018, 14:05:01 - Diperbaharui : Rabu, 18 - Juli - 2018, 08:54:23

BANDUNG, itb.ac.id – Keroncong, musik tradisional yang dewasa ini banyak dianggap sebelah mata oleh masyarakat modern ternyata mampu menggerakkan hati seorang profesor yang berasal dari Virginia, Amerika Serikat.

Jumat, tanggal 13 Mei 2018, Prof. Andy Clay McGraw, Associate Professor of Music dari School of Arts & Sciences University of Richmond memenuhi undangan dari Forum Guru Besar ITB untuk memberikan seminar dengan judul “Empirical Analysis of Cello-Drumming in Langgam Jawa Keroncong” di Balai Pertemuan Ilmiah ITB.

Dalam seminarnya, Andy McGraw menjelaskan tentang musik keroncong, khususnya petikan cello dari sisi teknologi dan ilmu pengetahuan. Kecintaannya pada musik tradisional Indonesia bermula saat beliau tergabung dalam kelompok musik gamelan bali.

Mulai menekuni cello di Solo, Andy McGraw semakin jatuh cinta pada musik keroncong yang membuatnya mulai membentuk grup Keroncong Rumput di Virginia. Menurut Andy, musik keroncong adalah tentang ‘roso’ (rasa). Bersama dengan vokalisnya, Hannah Standiford, yang juga mendapatkan beasiswa di Institut Seni Indonesia Surakarta, Orkes Keroncong Rumput membawakan beberapa langgam jawa keroncong dengan sangat indah dan halus.

Selain membawakan langgam jawa asli, Orkes Keroncong Rumput juga membawakan lagu khas amerika yang bergenre country yang telah diubah menggunakan aransemen keroncong. Menurut Hannah, dapat menyanyikan lagu keroncong adalah sebuah kesenangan tersendiri, terutama saat melihat antusiasme dan apresiasi dari masyarakat Indonesia yang menonton.

Tentunya, terdapat beberapa tantangan dalam memainkan musik keroncong, terlebih saat harus menyanyikan lagu yang berbahasa jawa kata Hannah. Namun, ia selalu mencoba untuk mencari arti dari setiap lagu yang akan dia nyanyikan sehingga ia dapat menyanyikannya dengan baik.

Mulai berdiri sejak Mei 2015 silam, Orkes Keroncong Rumput sering memenuhi undangan tampil di beberapa tempat seperti Kedutaan Besar Indonesia di Amerika, cafe, club, universitas, atau rumah para kerabat.

Selain melakukan penampilan secara live, Keroncong Rumput juga sudah memiliki beberapa rekaman lagu yang diunggah ke situs online Keroncong Rumput. Hannah berharap, Orkes Keroncong Rumput ini dapat berkesempatan melakukan tur ke beberapa kota di Indonesia.

Reporter: Bernadetha Maria