Berita / MoU

ITB Jalin Kerjasama dengan PetroChina dalam Program Magang Kerja

Ahmad Fadil - Kamis, 12 Juli 2018, 21:21:37 - Diperbaharui : Senin, 16 - Juli - 2018, 17:01:55

BANDUNG, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjajaki kerjasama dengan industri. Kali ini, ITB menjalin MoU dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal negeri Tiongkok, PetroChina Internasional Companies. Kerjasama yang dilakukan yakni mengenai PetroChina Internship Program.

Kerjasama antara ITB dan PetroChina ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang dilakukan oleh Rektor ITB Prof. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA dan President PetroChina Gong Bengcai di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Rabu (11/7/2018).

President PetroChina, Gong Bengcai mengatakan, sebagai sebuah perusahaan minyak dan gas internasional yang beroperasi di Indonesia, kegiatan PetroChina sangatlah bergantung pada dukungan masyarakat, universitas, dan pemerintah. Perusahaan ini, lanjutnya akan berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pendidikan. "Program magang yang MoU-nya kita tandatangani hari ini bertujuan untuk menyiapkan fresh graduate pada kesempatan kerja yang sesungguhnya," kata Gong Bengcai dalam sambutannya.

Dia memaparkan, Petrochina saat ini memiliki lebih dari 40 alumni ITB yang bekerja dan memberi kontribusi pada perusahaannya. Mereka juga menunjukkan etika yang baik dan keinginan untuk belajar. Oleh karena itu melalui program ini, talenta terbaik lulusan ITB berhak diberikan kesempatan bekerja di perusahaannya.

Dia mengaku berterimakasih kepada ITB, sebagai salah satu Perguruan Tinggi teknik terbaik dan pertama di Indonesia yang telah bersedia menjalin kerjasama. Dia meyakini pilot project ini bisa sukses dan terjalin kerjasama yang menguntungkan di kedua pihak.

"Tempat ini telah menghasilkan banyak figur berpengaruh yang membentuk Indonesia. Tidak kurang dari presiden pertama Indonesia, Presiden Sukarno, dan wakil menteri ESDM saat ini, Arcandra Tahar. Saya berharap hari ini menjadi awal persahabatan yang dekat dan kerjasama yang menguntungkan," ujarnya.

Menambahkan, H.R Planning dan Development Superintendent PetroChina, Alfiani menjelaskan, melalui program magang ini, PetroChina ingin membuka kesempatan bagi mahasiswa yang baru lulus dan belum bekerja sampai dengan satu tahun untuk belajar bekerja di PetroChina selama enam bulan sampai satu tahun. Kesempatan itu terbuka untuk mahasiswa lulusan S-1 atau S-2 ITB dari Program Studi Geologi, Geofisika, Teknik Mesin, dan Teknik Perminyakan.

"Setiap tahun PetroChina selalu ada projek khusus. Jadi mahasiswa yang magang ini benar-benar  bekerja bukan hanya sebatas magang. Ada projeknya yang harus mereka capai dan nanti di akhir program mahasiswa itu harus memberikan presentasi hasil pencapaiannya," katanya.

Kerjasama ini baru pertamakali dilaksanakan dengan ITB. Selain dengan ITB, PetroChina juga melakukan kerjasama dengan dua kampus lainnya yang mempunyai program studi di bidang perminyakan. Dia mengatakan tidak mematok kuota dalam setiap penerimaan. Hanya dilihat berdasarkan hasil seleksi dari mahasiswa yang mendaftar. "Kita lihat hasil seleksi saja berapa orang yang mendaftar, syaratnya yang diterima untuk S-1 itu minimal IPK 3.00 kalau S-2 minimal 3.5, dan harus lulus seleksi dan interview," katanya.

Dengan adanya kerjasama ini, dia berharap PetroChina ingin lebih dikenal di dunia pendidikan. Selain itu dalam rangka menyaring lulusan mahasiswa yang ikut program agar bisa bekerja di PetroChina. "Jadi kalau ada lowongan kami tidak ragu lagi menerima yang sudah magang karena sudah bekerja di kami, sudah tahu kualitasnya, jadi secara tidak langsung kita gak ragu," pungkasnya.

Adapun, persyaratan yang harus diikuti bagi yang hendak magang adalah, lulusan mengirimkan surat permohonan kepada HRD PetroChina dengan rekomendasi dari ITB, lalu melampirkan berkas-berkas yang diharuskan, seperti daftar riwayat hidup, surat keterangan lulus, dan transkrip nilai. Setelah itu HrD akan melakukan seleksi dan bagi yang lulus akan dilakukan tanda tangan perjanjian magang.

Reporter: Adi Permana