Berita / Utama

Peletakan Batu Pertama Pembangunan STP “Astra dan Sinarmas” Institut Teknologi Bandung

Ahmad Fadil - Jumat, 27 April 2018, 16:16:33 - Diperbaharui : Rabu, 9 - Mei - 2018, 09:21:10

BANDUNG, itb.ac.id – Sejak tahun 2014, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mencanangkan diri sebagai Enterpreneurial University. Visi yang digagas oleh Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi ini dilaksanakan dengan cara menjalin kerjasama dengan pihak industri maupun pemerintah.

Kerjasama tersebut diantaranya untuk membangun Science and Techno Park (STP) untuk Fakultas/Sekolah dan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB. Pasalnya, ITB tidak bisa mencapai visinya tanpa dukungan pemerintah untuk regulasi-regulasinya, dan juga industri untuk memproduksi hasil-hasil risetnya secara massal.
Hari Kamis, 24/4/2018, merupakan tanggal yang bersejarah untuk Science Techno Park yang pertama bagi ITB. Bekerja sama dengan Astra dan Sinar Mas, ITB melaksanakan seremonial peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan STP “Astra dan Sinarmas” ITB.  Acara ini dihadiri oleh Rektor ITB beserta jajarannya, perwakilan Astra Internasional, Sinarmas, Kemenristekdikti, BAPPENAS, BAPPEDA Kota Bandung, serta beberapa tamu undangan.

Bangunan yang berlokasi di Jalan Ganesha Kota Bandung ini direncanakan akan memiliki empat lantai dengan luas bangunan sekitar 2.500 m2, dan akan digunakan sebagai co-working space, inkubator bisnis, mini laboratorium, open innovation laboratorium, rented office space dan kantor LPIK ITB.
“Science and Techno Park ini (dibangun) bukan untuk kita yang hadir disini, tapi untuk generasi muda kita di masa yang akan datang,” ujar Prof. Kadarsah Suryadi pada sambutannya mengawali acara. Lebih lanjut ia mengatakan STP akan menjadi wadah bagi inovator serta peneliti di bidang sains dan teknologi, sehingga (STP) nantinya menjadi sebuah bentuk akselerasi dan realisasi dari sebuah hasil penelitian. Aktivitas pada gedung STP ini diharapkan dapat menjadi hub atau penghubung antara inovator-inovator dari kampus sebelum mereka masuk ke industri.


Berkaca dari STP yang ada di Busan Korea Selatan, bangunan disana dijelaskannya dapat dibentuk dan didirikan dengan kolaborasi dari berbagai pihak baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, industri, dan juga universitas. Demikian pula STP ITB yang juga dibangun atas kolaborasi triple-helix, yakni Kemenristekdikti dan BAPPENAS selaku pemerintah pusat, BAPPEDA selaku pemerintah daerah, Astra dan Sinarmas selaku perusahaan di bidang Industri, serta ITB sendiri sebagai perguruan tinggi berbasis sains dan teknologi.
Selanjutnya berkaca dari Taiwan, mereka membangun STP yang memiliki fokus pada elektronik serta produksi barang semikonduktor. Dari STP ini, hasil penelitian akan direalisasikan dalam sebuah produk bernilai jual yang kemudian akan memajukan perekonomian negaranya. “Begitupun STP ITB, nantinya keluaran yang diharapkan adalah sebuah produk dengan nilai tambah sehingga akan membuka lapangan kerja baru guna memajukan perekonomian bangsa,” ujar Kadarsah.
Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security Astra International, Pongki Pamungkas pada sambutannya menyatakan bahwa “Astra sesuai dengan salah satu tujuannya untuk sejahtera bersama bangsa, maka sudah kewajibannya pula untuk berkontribusi  membangun orang-orang yang qualified”. Sebab, menurutnya hal terpenting dalam kemajuan sebuah bangsa adalah sumber daya manusianya. Nantinya, diharapkan STP sebagai wadah dalam pembuatan inovasi dan penelitian dapat meningkatkan skill manusia yang ada di dalamnya.
Managing Director Sinarmas, Saleh Husin mengatakan bahwa Industri di Indonesia butuh inovasi dalam kemajuannya. “Sejauh ini, banyak hasil riset yang tidak bisa direalisasikan dan hanya sebatas pada hasil pelaporan penelitian saja. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah wadah dalam merealisasikan inovasi tersebut,” ujar Saleh. Dengan demikian, menurutnya STP adalah solusi dari permasalahan tersebut dengan berkolaborasi dengan perguran tinggi berbasis teknologi seperti ITB.
Sambutan terakhir dari Kemenristekdikti diwakili oleh Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti, Dr. Ir. Lukito Hasta P,M.Sc., menyatakan pembangunan STP ini bersesuaian dengan target pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas pendidikan di Indonesia salah satunya dengan meningkatkan sarana penunjang seperti STP ini.  Luaran yang diharapkan nantinya dapat berupa Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) atau lebih akrab kita kenal dengan Start-up. Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat, Detail Engineering Design untuk STP ini disediakan oleh Kemenristekdikti untuk pembangunannya.
Science and Techno Park “Astra dan Sinarmas” Institut Teknologi Bandung merupakan wujud nyata peran ITB sebagai perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia yang unggul di bidang pendidikan, unggul di bidang riset, dan unggul di bidang karya dan inovasi.

Penulis : Irfan Ibrahim (Teknik Geodesi dan Geomatika 2016)

Foto: Dr.Ir. Arry Akhmad Arman MT