Berita / Utama

Women Technopreneur : Bincang dan Diskusi Entrepreneurship

Fauziah Maulani - Jumat, 22 Desember 2017, 14:16:21 - Diperbaharui : Senin, 8 - Januari - 2018, 15:06:17

BANDUNG,itb.ac.id – Dalam serangkaian kegiatan Women Empowerment Series 2017/2018, American Corner ITB menyelenggarakan Coffee Talk Women Technopreneur, Women Empowerement Through Technopreneurship pada Kamis (21/12/17) di Gedung Perpustakaan Pusat ITB.

ITB mencanangkan diri sebagai Entrepreneurial University, sehingga diharapkan dapat mencetak entrepreneur – entrepreneur yang baik. Karena itu, Dr Atik Aprianingsih selaku pembicara dan dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB banyak memberikan contoh technopreneur wanita yang telah sukses untuk memotivasi semangat berwirausaha para peserta yang hadir.

Pemanfaatan teknologi terbukti telah mempengaruhi dunia entrepreneur, baik pemanfaatan maupun penciptaan teknologi. Ada lima prioritas bidang di Indonesia yaitu air, energi, kesehatan, pertanian, dan keanekaragaman hayati. Dr Atik menyoroti salah satunya yaitu bidang pertanian, karena meskipun Indonesia merupakan negara agraris ternyata kebutuhan pangan domestik masih impor, kesejahteraan petani rendah, dan juga belum maksimalnya ekspor.

“Kami di SBM melakukan riset mengenai pertanian, khususnya holtikultura Indonesia yang memiliki kualitas yang bahkan lebih baik dari luar negeri contohnya Kopi West Java Preanger, Beras Pandan Wangi Cianjur, Akar Wangi Garut, dan Mangga Gedong Gincu Cirebon atau Queen of Mango. Selain itu, kami juga menjalin hubungan bersama beberapa lembaga dan memulai Ecobiz KUKM (platform online yang didesain untuk menguhubungkan berbagai pelaku bisnis untuk bersama-sama membangun ekosistem bisnis lokal di berbagai daerah Indonesia),” tutur Dr. Atik.

Selain ketidakpastian, kerja keras yang lama, pengorbanan finansial dan gaya hidup, ada tantangan bagi wanita yang akan menjadi entrepreneurship salah satunya yaitu investor agak enggan berinvestasi kepada wanita. Namun, hal ini tidak akan terjadi selama wanita bisa menunjukkan kinerja yang baik dan kuncinya adalah pencatatan atau track record yang baik.

Meskipun begitu, menurut Dr. Atik tidak semua orang bisa menjadi entrepreneur karena entrepreneur merupakan jiwa sehingga bagi siapapun yang akan berwirausaha ada dua sifat yang wajib dimiliki yaitu tidak mudah menyerah dan juga disiplin yang tinggi.