Berita / Utama

M-GREEN Team Raih Juara 1 Rancang Bangun Mesin Pertanian di SUPERNATURE 5

Holy Lovenia - Sabtu, 9 Desember 2017, 03:51:01 - Diperbaharui : Selasa, 9 - Januari - 2018, 15:06:38


BANDUNG, itb.ac.id – Melalui keilmuan dan rasa peduli terhadap Indonesia yang merupakan negara agraris, M-GREEN Team dari Institut Teknologi Bandung merebut juara pertama pada Supremacy Festival of National Agricultural Engineering (SUPERNATURE) 5 bidang Rancang Bangun Mesin Pertanian. Tim beranggotakan Tegar Pangestu Budi Utomo (Teknik Mesin 2015), Mochammad Miftahul Fahmi (Teknik Mesin 2015), dan M. Azzam Muzakki (Teknik Mesin 2015) memenangkan kompetisi yang diadakan oleh Universitas Padjajaran (UNPAD) tersebut dengan karyanya yang bernama Tray Pot Seeder, yaitu penanam bibit yang bekerja secara mekanik tanpa menggunakan sumber daya listrik dan bahan bakar.



Rintangan yang Menghadang

Kompetisi rancang bangun mesin pertanian tersebut diikuti oleh kelompok-kelompok mahasiswa S1/D3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan jumlah maksimum 3 mahasiswa per kelompok. SUPERNATURE 5 melakukan seleksi awal pada bulan September 2017, yaitu seleksi proposal. Setelah dilakukan seleksi, hanya 7 tim terbaik yang berhasil lolos ke tahap final, yaitu tahap pembuatan prototipe dan presentasi. Prototipe-prototipe tersebut akhirnya dipamerkan pada salah satu acara terbesar di Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian (FTIP) UNPAD.

Mulai dari brainstorming untuk mencari ide, membuat proposal, merancang prototipe, dan membangun semuanya dari struktur dasar dilakukan oleh M-GREEN Team. Setiap anggota timnya memiliki peran masing-masing yang krusial, serta saling bahu-membahu mendukung satu sama lain. Selain menyiapkan proposal dan prototipe, Tegar, Fahmi, dan Azzam juga tidak lupa membuat presentasinya agar ide-ide mereka dapat tersampaikan dengan baik.

 

Tray Pot Seeder

Hingga saat ini, proses penyemaian dan penanaman benih seringkali masih dilakukan oleh para petani secara manual, yaitu dengan memasukkan benih satu per satu ke dalam plastik polybag. Sayangnya, plastik polybag adalah barang sekali pakai, sehingga ketika akhir dari proses penyemaian telah tiba, para petani harus membuang plastik polybag tersebut. Plastik polybag tersebut pada akhirnya hanya akan menambah jumlah sampah. Selain itu, proses penyamaian dan penanaman benih tersebut juga belum efisien untuk jumlah semai yang besar.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, M-GREEN Team menciptakan Tray Pot Seeder, yaitu alat mekanik penanam benih yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani, terutama pada proses penyemaian dan penanaman. Keunikan Tray Pot Seeder ini adalah kapabilitasnya untuk bekerja tanpa sumber daya listrik maupun bahan bakar.


Secara sederhana, Tray Pot Seeder memungkinkan para petani untuk menanam benih hanya dengan menggerakkan sebuah tuas yang membuat sebuah benih terjatuh ke dalam injektor benih, kemudian injektor tersebut akan terbuka sehingga benih dapat masuk ke dalam pot. Pot semai tersebut dapat berkali-kali digunakan, tidak seperti plastik polybag, dan juga mudah ditemukan di pasaran. Dengan mekanisme yang tidak membutuhkan bahan bakar dan tenaga listrik, Tray Pot Seeder dapat mendukung pekerjaan para petani tersebut dengan biaya yang relatif terjangkau. Selain itu, Tray Pot Seeder juga menjunjung prinsip pertanian berkelanjutan, di mana faktor ekologi (ramah lingkungan), ekonomi (dapat dijangkau oleh petani Indonesia), dan sosial.

 

Karya Sederhana?

Fahmi, salah satu dari anggota M-GREEN Team, menyampaikan pesannya untuk teman-teman seperjuangannya di kampus dan tempat-tempat lain. “Tuangkan ide sebaik mungkin, walaupun ide tersebut keliatan sederhana. Karena, solusi permasalahan di Indonesia tidak selalu membutuhkan teknologi yang sangat bagus ataupun canggih, yang Indonesia butuhkan adalah teknologi yang sesuai dengan manusia-manusianya.”