Berita / Utama

Seminar Urban Motion 2017 : Sejahterakan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Kampung Kota

Sitti Mauludy Khairina - Minggu, 19 November 2017, 16:30:51 - Diperbaharui : Senin, 20 - November - 2017, 01:42:06


BANDUNG, itb.ac.id – Dekat tetapi kadang terlupakan, itulah mungkin yang dapat merepresentasikan keberadaan ‘kampung kota’ di era modern ini. Dinilai kumuh, kampung kota senantiasa lekat pula dengan berbagai konotasi negatif yang menjadi isu sosial tersendiri. Padahal, 70-85% dari perumahan di Indonesia ialah kampung kota. Mengangkat isu tersebut, Himpunan Mahasiswa Planologi (HMP) “Pangripta Loka” mengadakan seminar yang termasuk dalam rangkaian acara “Urban Motion” pada Jumat (17/11/17) di Aula Barat ITB.

Pada program kerja yang rutin dilaksanakan setiap dua tahun ini, Urban Motion mengundang pembicara mulai dari akademisi hingga praktisi, seperti Uke Mohammad Hussein, S.Si., MPP, Direktur Tata Ruang dan Pertanahan BAPPENAS, Dr. Eko Budi Kurniawan, S.T., M.Sc., Direktorat BPIW Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Adriadi Dimastanto, S.T., M. Arch., perwakilan Ikatan Ahli Perencana (IAP), dan Dr. Ir. Kemal Taruc, M.Sc., MBA, Sekretaris Nasional UN Habitat dalam seminarnya. Tema seminar “Arahan Pengembangan dan Penataan Kampung Kota dalam Konteks Nasional” dipilih sebagai upaya untuk mengenalkan dan memahamkan masyarakat tentang pengaruh keberadaan kampung kota dalam kehidupan bermasyarakat.

Uke menerangkan bahwa arahan strategi kebijakan perumahan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan pendidikan yang rendah. Selain itu, besar pula peran pemerintah untuk tegas dalam memberikan izin terhadap kepemilikan lahan yang tidak jelas. Dari ranah kebijakan, Eko memaparkan peran PUPR dalam menyediakan infrastuktur untuk pengembangan perkotaan yang diarahkan kepadasustainable smart city

Dalam merencakan kampung kota, Adriadi menjelaskan pendekatan yang dilakukan IAP, yaitu berbasis perencanaan komunitas. Tahapannya dimulai dari diskusi langsung dengan masyarakatnya dalam proses perencanaan kampung. Setelah masalah teridentifikasi, planners akan menganalisis data tersebut menggunakan identifikasi global dengan satelit.

Upaya dalam peningkatan kesejahteraan kampung kota terus dilakukan agar stigma kumuh tak lagi terbayang oleh masyarakat awam. Masyarakat kampung kota berperan besar dalam menggerakan roda ekonomi Indonesia karena secara kuantitas, jumlahnya dominan, dan secara kualitas, masih terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang layak dipertahankan untuk menunjang kegiatan di masa depan.

“Kampung kota punya energi yang luar biasa di dalamnya, seperti perputaran ekonomi yang besar. Kita harus sama-sama membantu untuk memajukan kesejahteraannya.” ungkap Nadia Kartikasari (Planologi 2014), Ketua Pelaksana Urban Motion 2017.