Berita / Utama

Open House Bosscha Sajikan Wisata Edukasi bagi Civitas Akademik ITB

Abdiel Jeremi W - Minggu, 12 November 2017, 09:30:15 - Diperbaharui : Minggu, 12 - November - 2017, 10:00:47

BANDUNG, itb.ac.id - Observatorium Bosscha (Bosscha) telah berdiri sejak sebelum masa perang dunia kedua, tepatnya sejak tahun 1928. Pada 1959, fasilitas astronomi di Lembang ini menjadi bagian bersejarah dari ITB. Sejak saat itu, Bosscha beroperasi sebagai fasilitas pendidikan formal serta penelitian astronomi. Pada Sabtu (11/11/17), Bosscha mengadakan open house bagi civitas akademik ITB. Setiap mahasiswa, dosen, maupun karyawan ITB beserta keluarga dapat menikmati segarnya udara Lembang serta memperoleh wawasan mengenai Bosscha maupun berbagai topik astronomi. Open house ini dilaksanakan dalam rangka dirgahayu FMIPA ITB ke-70. Karena berlangsung selama siang hari, beberapa teleskop dengan filter khusus diarahkan untuk mengamati Matahari.


Menikmati Teleskop Bersejarah di Bosscha

Bosscha adalah rumah bagi teleskop-teleskop terbesar di Indonesia. Salah satunya adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, atau lebih dikenal dengan nama "Teleskop Zeiss". Teleskop dengan sistem lensa ini tiba pada tahun 1928 dan berada pada satu-satunya bangunan kubah di Bosscha. Karena bentuk bangunannya yang unik dan ikonik, teleskop Zeiss menarik banyak pengunjung untuk mendatanginya. Salah satunya adalah Theofilus Hobba Pramono (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2017). "Dari banyaknya teleskop yang saya kunjungi, menurut saya teleskop Zeiss yang paling keren, karena bentuk bangunannya yang bagus," ujar Theofilus. Saat ini, Zeiss masih tetap beroperasi untuk mengamati spektrum bintang dengan bantuan spektrograf serta kamera CCD astronomi.



Selain Zeiss, pengunjung dapat mengamati Matahari melalui teleskop-teleskop portabel di depan bangunan kubah Zeiss. Melalui teleskop-teleskop portabel yang terpasang, pengunjung dapat melihat seluruh piringan Matahari. Di sisi lain, beberapa pengunjung dapat melihat bagian kecil dari Matahari dengan lebih teliti melalui teleskop Bamberg. Selain teleskop Zeiss, portabel, dan Bamberg, pengunjung dapat mengunjungi teleskop STEVia serta GAO-ITB Robotic Telescope System (RTS). 



Wisata Edukasi yang Lengkap

Sebagai bagian dari ITB, Bosscha juga memiliki misi untuk memberikan pendidikan bagi para pengunjungnya. Oleh karena itu, pengunjung dapat memahami mengenai astronomi secara umum di ruang Multimedia. Selain itu, pengetahuan mengenai Matahari dan tata surya dapat diperoleh di bangunan teleskop Surya. Uniknya, setiap pengunjung dapat mendapatkan wawasan mengenai instrumen-instrumen astronomi bersejarah milik Bosscha di ruang Museum. Instrumen-instrumen tersebut mencakup sensitometer, astrofotometer, sekstan, mikrometer, dan lain sebagainya. Open House ini berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Rangkaian acara Dies Natalis FMIPA ITB ke-70 berikutnya adalah seminar "Sains dan Matematika untuk Bangsa" yang akan diselenggarakan pada Jumat (17/11/17) di Aula Timur ITB.