Berita / Utama

Fermenstation 2017: Festival Fermentasi Makanan dan Minuman Iklim Tropis

Silvi Absharina Ainun Fahrizah - Minggu, 29 Oktober 2017, 05:19:49 - Diperbaharui : Rabu, 8 - November - 2017, 07:31:50


BANDUNG, itb.ac.id – Ada berbagai cara dilakukan mahasiswa-mahasiswi ITB untuk mengenalkan dan menyebarluaskan ilmu yang mereka pelajari di bangku perkuliahan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat, seminar, hingga pameran yang bertujuan untuk membagikan pengetahuan. Salah satunya adalah Fermenstation 2017. Acara ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi ‘Archaea’ ITB pada Sabtu (28/10/17).

Di tahun 2017 ini, acara tahunan khas jurusan mikrobiologi mengusung tema “Tropical Vibes” karena rangkaian fermentasi yang dilakukan dan dipamerkan berfokus pada makanan dan minuman pada daerah tropis. Pada serangkaian acara Fermenstation 2017 tidak hanya memamerkan makanan dan minuman fermentasi. Akan tetapi, terdapat juga pameran mengenai keilmuan mikrobiologi, mini laboratory, dan lorong fermentasi.

Adapun makanan dan minuman yang dipamerkan antara lain yogurt, kombucha, tape ketan, vecasa, yogurt jagung, cilak, ciber, tape singkong, tape koro, dan juga kopi hasil fermentasi. Apabila selama ini sambal dibuat dengan cara meracik cabai dengan bumbu dapur, lain halnya dengan vecasa hasil fermentasi mahasiswa mikrobiologi yang dipamerkan dalam Fermenstation 2017. Vecasa merupakan singkatan dari verde calianta salsa yang merupakan nama latin dari cabai gendot. Rasa pedas dan asam yang timbul di lidah saat mengonsumsi vecasa merupakan hasil fermentasi cabai gendot dan bumbu dapur oleh mikroorganisme. Tidak hanya soal rasa yang berbeda, tentunya vecasa juga memiliki khasiat yang lebih menyehatkan untuk tubuh dibandingkan dengan sambal biasa.

Selain vecasa, terdapat juga makanan hasil fermentasi yang unik yaitu tempe koro. Berbeda dari tempe pada umumnya yang terbuat dari kedelai, tempe koro terbuat dari kacang koro yang difermentasi. Rasa yang dihasilkan menjadi lebih gurih dari pada tempe kedelai karena rasa kacang koro yang lebih pekat dibandingkan dengan kedelai.

“Acara seperti ini sangat bagus dan mengedukasi. Kebetulan saya mahasiswa manajemen dan tidak begitu tahu mengenai proses fermentasi. Tapi dengan adanya Fermenstation seperti ini, pengetahuan saya mengenai makanan dan minuman fermentasi jadi bertambah karena hasil fermentasi yang dipamerkan juga terbilang unik.” ujar Sarah Sakinah.