Berita / Utama

INFEST 2017, Seminar dan Pameran Investasi Pasar Modal

Hanafi Kusumayudha - Sabtu, 30 September 2017, 11:53:36 - Diperbaharui : Sabtu, 30 - September - 2017, 12:02:32

BANDUNG, itb.ac.id – Seiring perkembangan zaman, dunia investasi dan pasar modal kian diminati oleh masyarakat awam. Dengan mudahnya orang bisa berinvestasi dalam bursa efek untuk menyimpan kekayaan. Menjawab tantangan tersebut, Unit Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal (KSEP) ITB menggelar seminar dan pameran investasi pasar modal bertajuk INFEST 2017 yang diselenggarakan pada Sabtu (30/09/17). Bertempat di Aula Timur ITB, INFEST mengangkat tema “Strategy to Expand Your Investment Value” dengan menghadirkan beberapa pembicara kenamaan. Di antaranya adalah Michael Pranata (Investment Analyst PT Syailendra Capital), Tjandra Nyata Kusuma (Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional 2 Jawa Barat OJK), Argha J. Karo Karo (Owner Creative Trading System), dan Lo Kheng Hong (Investor Indonesian Warren Buffet).

Acara dimulai dengan pembukaan dilanjutkan dengan sesi pemaparan. Michael Pranata mengawali sesi seminar dengan topik seputar tips-tips dalam berinvestasi. “Dalam berinvestasi, kita perlu melakukan studi analisis terlebih dahulu, baik secara technical maupun fundamental,” tutur Michael. Selanjutnya, giliran Tjandra Nyata Kusuma menyampaikan materinya tentang keamanan dalam berinvestasi. Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang peranan penting dalam melindungi konsumen dan masyarakat dalam bertransaksi di pasar modal. OJK juga menjalankan fungsi pengawasan kepada lembaga-lembaga yang menyediakan saham seperti perbankan, dana pensiun, perusahaan, pegadaian, dll.

Sesi pemaparan terakhir diisi oleh Lo Kheng Hong, beliau banyak bercerita tentang pengalamannya selama menggeluti dunia investasi di pasar modal. “Dalam membeli saham, investor perlu mengenali apa yang akan dibeli dan hanya membeli apa yang ia kenali,” ucap Hong. Hal-hal yang perlu investor kenali yaitu manajemen perusahaan, bidang usaha, dan valuasi saham yang murah. Perusahaan perlu ditrack recordnya untuk memastikan pemilik perusahaan adalah orang yang profesional dan berintegritas. Dengan diselenggarakan INFEST, mahasiswa ITB diharapkan bisa turut memajukan dunia pasar modal Indonesia, agar perekonomian nasional bisa terus beranjak naik.