Gandeng Bekraf, ITB Selenggarakan 2017 International Textile and Costume Congress

Gilang Audi Pahlevi | Kamis, 7 September 2017, 03:26:42 | Lihat foto berita ini

BANDUNG, itb.ac.id- Slogan in harmonia progressio, atau kemajuan dalam harmoni bukanlah sekadar slogan kosong. Bagi ITB, slogan tersebut nyata dijalankan. ITB tidak selalu soal ilmu pasti dan rumpun teknika, tapi juga tentang estetika seni rupa dan desain. Pada Kamis-Jumat (07-08/09/17), Institut Teknologi Bandung menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar 2017 International Textile and Costume Congress (ITCC). Acara ini merupakan kerjasama antara Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dan Ars Textrina, organisasi studi tekstil internasional yang berbasis di Leeds, Inggris. Bertempat di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, kongres internasional ini dihadiri oleh berbagai ahli dan praktisi bidang tekstil dan pakaian dari Inggris, Turki, Tiongkok, Amerika Serikat, Finlandia, dan India. Selain presentasi dari para pakar, ITCC juga menghadirkan pameran seni kriya yang merupakan karya dari mahasiswa-mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan Telkom University.ITCC merupakan upaya untuk mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif, khususnya bidang tekstil dan pakaian sehingga dapat semakin berkembang dan kompetitif di masa mendatang.


Setelah dibuka oleh Dr. Imam Santosa, M. Sn., Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, acara memasuki plenary session. Dalam acara yang bertajuk “A Textile Revolution : People, Craftmanship, Innovation, and Trends” ini, para pembicara memaparkan berbagai topik mulai dari sejarah kriya di berbagai negara, tren material yang digunakan saat ini, pengaruh warisan budaya leluhur, hingga teknologi daur ulang sebagai alternatif bahan kerajinan. Jenis-jenis kerajinan yang diperkenalkan pada ITCC kali ini juga sangat beragam, mulai dari yang terinspirasi oleh biota laut dalam hingga menggunakan mikroorganisme sebagai pemberi motif kain, mulai dari pengaruh warisan budaya Batak, Sumba hingga desa-desa tradisional di India. ITCC menjadi acara yang sangat menarik dan kaya khazanah bagi pecinta seni tekstil dan pakaian. 


ITCC sendiri merupakan acara dua tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2011. ITCC merupakan buah kolaborasi antara University of Leeds, Institut Teknologi Bandung, Costume Culture Association of Korea, Marmara University dan Kasetsart University. ITCC merupakan wadah untuk mengembangkan pengetahuan terkait tekstil dan pakaian dunia, dengan harapan partisipasi dari berbagai negara akan semakin meningkat tiap tahunnya. Tekstil bukan lagi sebuah subjek yang berdiri sendiri, melainkan suatu multidisiplin yang semakin mutakhir. Bukan hanya kerjasama dari berbagai negara yang diharapkan, tapi juga kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu lain seperti biologi, kimia bahkan teknologi nano tentu akan menjadi penting untuk kemajuan dunia tekstil.