Guest Lecture Series sebagai Rangkaian Peringatan Dies Natalis 70 Tahun Pendidikan Kimia Indonesia

Owen Nixon Jimawan | Jumat, 1 September 2017, 00:04:32 | Lihat foto berita ini | Diperbaharui : Rabu, 6 - September - 2017, 00:03:16

BANDUNG, itb.ac.id – Dalam rangka memeringati Dies Natalis 70 Tahun Pendidikan Kimia Indonesia, program studi Kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, atau yang lebih dikenal dengan FMIPA ITB, kembali mengadakan Guest Lecture Series 2017. Acara yang diselenggarakan pada Rabu (30/08/17) ini mengundang Haris Fasanuyasirul, S.T., On-site Manager, Southeast Asia and Pasific Air Liquide Indonesia. Kuliah tamu yang diselenggarakan di ruang 2104 gedung Kimia ITB ini membahas mengenai Proses Gas Industri.

Acara dimulai pada pukul 13.00 dan lebih mengarah pada diskusi dimana pembicara berpendapat bahwa We Are Here To Share. “Sesi ini akan lebih mengarah pada penambahan wawasan sebab untuk detailnya itu merupakan tugas mahasiswa,” ujar Haris ketika membuka sesi kuliah umum ini.


Kuliah ini diawali dengan pemaparan mengenai safety moment terhadap hazardous chemical. Bagi sebuah industri, safety moment merupakan hal yang penting dan fundamental sebab jika tidak ada safety maka tidak akan ada business (No Safety = No Business). Hal ini misalnya dapat terlihat dari terjadinya blow up pada oil rig yang menyebabkan kerugian yang sangat besar. Kemudian materi selanjutnya disampaikan mengenai fungsi dan kegunaan udara pada membagai market. Dengan teknologi Air Liquide, udara yang ada saat ini dipisahkan komponennya untuk dimanfaatkan sifat-sifat dari tiap komponennya. Komponen dari udara, seperti oksigen, nitrogen, argon, dan rare gases banyak digunakan pada berbagai industri, seperti metal industry, chemical, petrochemical, coal chemical, electronics, dan energy conversion. Selain dipaparkan manfaat kegunaan dari komponen udara tersebut, metode dari pemisahan udara ini juga dijelaskan oleh Haris. Dengan menggunakan tabung dua kolom, udara yang umumnya terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% argon dipisahkan dengan metode distilasi pada tekanan udara sekitar 6 bar. Metode distilasi atau penyulingan ini melakukan pemisahkan berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan bahan untuk meguap (volatilitas). Pada distilasi ini diketahui bahwa oksigen merupakan komponen utama dengan massa terbesar sedangkan nitrogen merupakan komponen utama yang paling ringan.

Selain komposisi utama dari udara, dibahas pula komponen rare gas berupa helium. Helium ini termasuk langka (rare) dan Indonesia saat ini masih membeli helium dari Qatar. Oleh karena itu, pemaparan mengenai helium juga dilakukan sebab helium berguna untuk berbagai keperluan.


Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi