Sambut Tahun Ajaran Baru, Kuliah Studium Generale Resmi Dibuka

Fatimah Larassaty Putri Pratam | Rabu, 23 Agustus 2017, 06:39:32 | Lihat foto berita ini | Diperbaharui : Rabu, 23 - Agustus - 2017, 06:41:17

BANDUNG, itb.ac.id - Di awal tahun ajaran baru 2017/2018, kuliah umum Studium Generale (SG) resmi dibuka pada Rabu (23/08/17) di Aula Barat. SG sendiri merupakan kuliah yang disajikan dalam bentuk seminar dan dilaksanakan tiap minggu dengan mengundang pembicara-pembicara terkenal negeri ini. Selain memberikan wawasan keilmuan bagi mahasiswa, harapannya kuliah ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kepekaan, kesadaran, dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Membangun Peradaban Unggul Indonesia

Selaras dengan tujuan dari perkuliahan ini, pada pertemuan awal yang diisi oleh Dr. Ir. Umar Khayam, fokus utama bahasan adalah tentang bagaimana membawa perubahan untuk membangun peradaban unggul Indonesia. Indonesia sebagai negara besar memiliki cita-cita besar yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang merefleksikan keinginan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat di segala aspek, baik di bidang pertahanan, keamanan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ekonomi.

Akan tetapi jauh panggang dari api. Realita yang ada saat ini masih jauh dari harapan, tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang masih rendah. Adanya jarak antara cita-cita bangsa dan kenyataan inilah yang harus dikejar oleh pemimpin masa depan melalui perubahan-perubahan yang dibawa di masa mendatang.

Pemimpin bangsa ini, jelas Umar, haruslah cakap. Generasi penerus harus mampu memimpin diri sendiri, memimpin tim, dan baru kemudian memimpin Indonesia ke arah perubahan. Demi mencapai pribadi yang mumpuni tersebut, kebiasaan-kebiasaan sederhana dapat dilakukan mulai dari sekarang dan diri sendiri. "Pribadi yang efektif akan bersikap proaktif, memiliki tujuan jangka panjang, menengah, dan pendek, serta mampu menetapkan prioritas," terang Umar.

Lebih lanjut, menyinggung kemampuan dalam memimpin tim, beliau juga menjelaskan bahwa simpati terhadap orang lain, membangun sinergi, dan berpikir win-win solution akan membentuk kesiapan individu untuk bekerja dalam tim. Kombinasi antara cakap pribadi dan tim akan berimplikasi membentuk generasi penerus unggul yang diharapkan menjadi pilar pembangunan peradaban Indonesia. "Jangan menyerah dalam menggapai cita-cita bangsa dan jangan berhenti sebelum berusaha," ujarnya menyemangati mahasiswa sebelum menutup kuliah.