Behind the Façade: Ketika Arsitektur Bukan Hanya Sekadar Fasad

Owen Nixon Jimawan | Senin, 13 Februari 2017, 03:50:47 | Lihat foto berita ini | Diperbaharui : Kamis, 20 - Juli - 2017, 16:13:12

BANDUNG, itb.ac.id – Arsitektur merupakan seni dalam merancang sebuah bangunan maupun lingkungan yang berawal dari sebuah imajinasi seseorang. Negara kita, Indonesia, memiliki sejarah yang panjang mengenai dunia kearsitekturan. Hal ini dapat dilihat pada berbagai bangunan bersejarah yang mengandung kearifan lokal. Tingginya daya tarik terhadap dunia arsitektur membuat program studi Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan acara Behind the Façade yang berupa workshop dan sketch day pada Sabtu-Minggu (11-12/02/17) di Gedung Arsitektur ITB.

Behind the Façade ini berawal dari kuliah lapangan yang akan diadakan oleh angkatan Arsitektur ITB 2015 mendatang dan nantinya akan ditelusuri juga apa yang ada di balik fasad bangunan, sebab arsitektur bukan hanya sekadar fasad. “Berawal dari kuliah lapangan, kami pun ingin membuat sesuatu yang baru untuk memperkenalkan keprofesian arsitektur ke masyarakat umum,” ujar Nikolas Fiansa Buddhisuharto (Arsitektur ITB 2015) selaku Ketua Umum Kuliah Lapangan. Selama dua hari ini dibahas mengenai kehidupan arsitektur ITB dan workshop perancangan arsitektur serta perlombaan. Hari pertama acara diangkat tema ITB In Sketch (sketsa arsitektural) yang berisikan pelatihan dan lomba sketsa. Sketsa merupakan sebuah kemampuan yang tidak bisa terlepas dari seorang arsitek. Di manapun juga arsitek akan membutuhkan sebuah sketsa untuk modeling. Menyadari pentingnya sketsa, pelatihan bagaimana membuat sketsa yang baik disampaikan di acara ini melalui workshop sketsa yang dibawakan oleh Thufeil Gumilar, S. Ds. selaku Urban Sketcher dan Head of External Affair HDII Muda Jabar. Selama workshop, Thufeil menganjurkan peserta untuk langsung membuat sketsa dengan menggunakan drawing pen. Menurutnya, setiap orang memiliki kharakter khusus dalam menggambar sehingga setiap orang harus percaya diri dan yakin mengenai apa yang digambarnya. Hari pertama ini didominasi oleh peserta yang masih menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah atas. “Berawal dari ketertarikan menggambar sehingga ingin melanjutkan pendidikan di jurusan arsitektur ITB nantinya,” ujar Sarah Devonia Rahmadi, siswi kelas XII dari sebuah sekolah di Bandung.

Pembahasan mengenai arsitektur tentu tidak hanya berhenti sebatas sketsa saja, hari berikutnya dibawakan tema Architecture’s Sneak Peek di mana terdapat diskusi mengenai kehidupan Arsitektur ITB serta workshop perancangan arsitektur & lomba maket. Pada sesi ini dipaparkan proses merancang dan peran model oleh Ir. Achmad D. Tardiyana, MUDD selaku staff pengajar ITB dan Principal/Design Director PT Urbane Indonesia. Tak lupa juga peserta diajak tour untuk memperkenalkan Arsitektur ITB. Melihat kehadiran dan tingginya antusias peserta membuktikan semakin banyaknya ketertarikan masyarakat akan dunia arsitektur. Hal ini akan membuat Indonesia kaya dengan desain arsiterktur dan diharapkan mampu mengangkat budaya bangsa Indonesia. Acara ini kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian sertifikat kepada para peserta.



Sumber Foto: Dokumen Pribadi