Berita / Utama

Tutup Akhir Semester Ganjil, 18 Mahasiswa ITB Ikuti Short Courses di BIOTEC Thailand

Cintya Nursyifa - Kamis, 29 Desember 2016, 07:24:05
BANDUNG, itb.ac.id - Suasana berbeda kini dialami oleh 18 mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB. Kesempatan mendapatkan short course dari BIOTEC (The National Center for Genetic Engineering and Biotechnology) NSTDA (National Science and Technology Development Agency), menjadi penutup semester ganjil yang inspiratif dan edukatif. Kegiatan yang dilaksanakan mulai Senin-Jumat (21-25/11/16) ini diikuti oleh 15 mahasiswa S1 dan 3 mahasiswa S2 dan 1 orang dosen pendamping. Beragam kegiatan mulai dari kuliah singkat hingga kunjungan industri menjadi pengantar ilmu yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan wawasan mengenai perkembangan ilmu hayati di Thailand yang memiliki iklim yang mirip dengan Indonesia.  
Program ini terbagi ke dalam 3 bagian yaitu, tur pengenalan BIOTEC & Thailand Science Park (Pathum Thani, Thailand), pengenaan riset-riset bioteknologi , kunjungan unit riset kolaboratif, dan Site Visit. Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan dan sesi foto dan dilanjutkan dengan facilities tour. Selama di sana, peserta menggunakan sepeda sebagai transportasi pribadi dari penginapan ke BIOTEC.

Kuliah Singkat nan Bermanfaat
Dalam 2 hari pertama, para peserta mengikuti program short course dan mendapatkan 9 materi yang disesuaikan dengan unit penelitian di BIOTEC. Adapun pemberi materi yang mengisi kegiatan ini adalah: Dr. Kallaya Dangtip (Head of Shrimp-Pathogen Interaction Laboratory), Dr. Nipa Chokesajjawatee (Researcher of Food Biotechnology Laboratory), Dr. Amorntip Muangprom (Researcher of Rice Gene Discovery and Utilization Laboratory), Dr. Sissades Tongsima (Head of Biostatistics and Bioinformatics Laboratory), Dr. Chairat Uthaipibull (Head of Protein-Ligand Engineering and Molecular Biology Laboratory), Dr. Verawat Champreda (Director of Microbial Biotechnology and Biochemicals Research Unit), Dr. Sutipa Tanapongpipat (Head of Microbial Cell Factory Laboratory), Dr. Surapong Koonpaew (Researcher of Virology and Antibody Technology Research), dan Dr. Khaow Tonsomboon (Researcher of Microarray Laboratory).  


Adapun materi yang disampaikan oleh pemberi materi berturut-turut adalah sebagai berikut; Introduction of Animal Biotechnology Research, Introduction of Food Biotechnology Research, Introduction  of Plant Biotechnology Research, Introduction  of Genome Technology Research, Introduction on Medical Molecular Biology Research, Introduction of Microbial Biotechnology and Biochemicals Research, Introduction of Biodiversity and Biotechnological Resource Research, Introduction of Virology and Antibody Technology Research,  dan  Introduction of Biosensing Technology Research.


Perkuliahan ini sesekali divariasikan para narasumber dengan memandu langsung di laboratorium terkait. Tanpa melewatkan kesempatan ini, seluruh peserta program selalu aktif bertanya dari setiap materi dan pengarahan tour lab, termasuk Dr. Marselina Irasona Tan sebagai dosen pendamping program tersebut. "Meskipun singkat, banyak pengetahuan, wawasan budaya, dan inspirasi yang didapat terutama untuk keilmuan yang saya pelajari. Singkatnya kuliah yang didapatkan, membuat saya ter-trigger untuk menggali lebih dalam lagi," ungkap Cintya Nursyifa (Rekayasa Hayati 2014).

Dengan Praktik  Belajar Lebih Efektif
Selain merasakan perkuliahan dalam ruang belajar di pusat penelitian, para mahasiswa SITH ini merasakan pula pengalaman melihat langsung bagaimana ilmu hayati diterapkan. Beberapa instansi yang dikunjungi adalah Biopharmaceutical Research and Development Laboratory (Bangkok), Center of Scientific Equipment for Advanced Research (Thammasat University), Rice Gene Discovery and Utilization Laboratory (Nakhon Prathom Province), dan perusahaan enzim Asia Star Animal Health Company Limited. Melalui observasi langsung ini diharapkan pemahaman yang didapat lebih meningkat seiring bertambahnya pengetahuan teknis dan nyata. Lebih lagi, dengan mengetahui aplikasi keilmuan, urgensi pembelajaran menjadi lebih terasa.