Berita / Utama

Kepala SKK Migas Berikan Kuliah Umum Studium Generale

Aldy Kurnia Ramadhan - Selasa, 22 November 2016, 18:50:05
BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengadakan Kuliah Umum Studium Generale pada Sabtu (19/11/16) yang bertempat di Aula Barat Kampus Ganesha ITB. Pada kesempatan kali ini, Lembaga Kemahasiswaan ITB mengundang Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Ak., MPA., CISA. untuk memberi tambahan wawasan kepada ratusan peserta kuliah yang berasal dari berbagai angkatan dan program studi. Studium Generale tersebut juga dihadiri oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Prof. Sri Widyantoro, dan dimoderatori oleh Ketua Program Studi Teknik Perminyakan ITB, Dr.-Ing Bonar Tua Halomoan Marbun. Dalam kuliah umum tersebut, Kepala SKK Migas memberikan kuliah dengan tema Membangun Sistem Governance yang Praktis di Industri Hulu Migas Indonesia.

Dibuka Oleh Sambutan Rektor

Kuliah umum Studium Generale dibuka dengan sambutan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Dalam sambutannya, Rektor ITB mengucapkan selamat datang kepada Kepala SKK Migas di ITB serta memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala SKK Migas yang telah bersedia mengisi kuliah Studium Generale kepada ratusan mahasiswa ITB. Selanjutnya, Rektor ITB juga berharap bahwa kuliah umum tersebut dapat memberikan pengetahuan dan tambahan wawasan yang tidak dapat diperoleh di kelas kepada ratusan mahasiswa yang hadir.

Kondisi Migas Indonesia

Kepala SKK Migas memulai kuliahnya dengan menjelaskan mengenai kondisi migas di Indonesia saat ini kepada mahasiswa yang hadir. Sejak tahun 2003, produksi gas alam Indonesia mulai melebihi produksi minyak bumi. Selain itu, dalam hal kuantitas cadangan, cadangan gas alam Indonesia jauh lebih banyak daripada cadangan minyak bumi Indonesia. Cadangan migas juga saat ini lebih banyak berada di daerah Indonesia Timur dibandingkan Indonesia Barat karena cadangan migas Indonesia Barat sudah lebih lama dieksplorasi dan dieksploitasi. Produksi migas Indonesia semakin hari makin sedikit, namun kebutuhan akan migas kian hari kian meninggi akibat makin banyaknya jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia perlu memulai untuk memikirkan energy alternatif yang baru dan terbarukan untuk menggantikan energy konvensional yang makin lama makin terbatas jumlahnya. Untuk sementara waktu, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang makin meningkat dan tidak dapat dipenuhi oleh produksi migas nasional, pemerintah harus lebih banyak mengimpor bahan bakar dari luar negeri.
Baanyak masyarakat Indonesia yang selama ini menganggap Indonesia adalah negeri dengan cadangan minyak dan gas yang berlimpah, gemah ripah loh jinawi. Namun persepsi tersebut tidak sepenuhnya benaar. Cadangan migas Indonesia sebenarnya sangat sedikit bila dibandingkan dengan cadangan migas dunia, dan makin hari jumlahnya makin menipis karena eksploitasi yang dilakukan serta minimnya penemuan cadangan baru yang berukuran besar.

Governance yang Praktis

SKK Migas selama ini berkontrak dengan 288 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) atau perusahaan yang melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas di Indonesia. Bisnis migas selama ini dikenal masyarakat sebagai bisnis yang yang rawan terjadi kegiatan suap menyuap, Banyak pihak-pihak yang rawan untuk disuap mulai dari pegawai SKK Migas sampai pihak K3S yang berhubungan dengan ribuan vendor penyedia berbagai barang dan jasa. Oleh karena itu, sejak menjabat sebagai Kepala SKK Migas sejak tahun 2014, Amien Sunaryadi menerapkan beberapa aturan baik kepada para pegawai SKK Migas, pihak K3S, vendor, maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan usaha hulu migas yaitu no bribery (dilarang menyuap), no kickback (dilarang member komisi), no gift (dilarang member hadiah), serta no luxurious hospitality  (dilarang memberikan fasilitas yang mewah yang berlebihan). Selain itu, SKK Migas juga mulai membenahi diri agar menjadi lembaga yang lebih efektif dan efisien serta cepat dalam mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis hulu migas.  

Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi