Financial Literacy: Meningkatkan Literasi Keuangan di Indonesia

By Owen Nixon Jimawan

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Pada Sabtu (01/10/16), Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal (KSEP) ITB mengadakan kegiatan workshop ekonomi mengenai bagaimana cara mengatur keuangan pribadi dengan tema Financial Literacy "Me & My Money." Acara yang berlangsung di Information Technology (IT) Corner Perpustakaan ITB ini menghadirkan pembicara dari staff pengajar SBM ITB (pengampu mata kuliah Manajemen Keuangan Perusahaan, Pasar Modal, Ekonomika Bisnis, Keuangan Manajerial, Perencanaan Keuangan), Dr. Subiakto Soekarno, MBA, RFA, QWP, CFP.

Pada workshop ini, para peserta diajak untuk mengulas pola pemikiran masyarakat Indonesia pada umumnya. Orang-orang di Indonesia mayoritas jarang membuat rencana untuk kedepannya dan banyak yang mempunayai prinsip bahwa hidup itu mengalir seperti air. Sebagai contoh jika seseorang hidup selama 80 tahun dan ingin pensiun di usia sekitar 50 tahun, itu berarti akan ada 30 tahun hidup tanpa penghasilan. Selain itu, dibahas pula perbedaan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) dikarenakan banyaknya masyarakat umum yang masih tidak dapat membedakan kedua hal tersebut.

Kegiatan ini juga mengkaji lingkup-lingkup perencanaan keuangan, seperti perencanaan arus kas, perencanaan dana pendidikan, manajemen resiko, perencanaan investasi, pensiun, dan warisan. Untuk mendukung tersampainya materi, Dr. Subiakto Soekarno yang dibantu oleh asisten-asistennya turut memberikan pelatihan-pelatihan agar materi tersebut lebih aplikatif dan lebih dimengerti. Pelatihan tersebut berupa pembacaan neraca keuangan yang meliputi aset dan hutang untuk mengetahui posisi financial saat ini. Adapun penyampaian mengenai laporan arus kas untuk mengetahui penggunaan uang yang ada.

Metode-metode yang dapat digunakan untuk perencanaan keuangan, seperti dana darurat, time value of money, dan financial health check up juga disampaikan dalam workshop ini. Acara tersebut diakhiri dengan pemaparan materi mengenai manajemen resiko dan instrument investasi. Secara umum materi yang disampaikan pada workshop ini dilakukan secara interaktif agar masyarakat umum khususnya mahasiswa dapat lebih baik dalam mengatur keuangan mereka serta dapat pula mengaplikasikan materi-materi yang disampaikan dalam workshop ini dalam kehidupan sehari-hari. "Workshop ini diadakan dengan tujuan agar mahasiswa ITB dapat merencanakan keuangan masa depan mereka dengan baik. Dengan pelatihan yang tidak hanya teoritis, namun langsung praktik sehingga diharapkan mahasiswa ITB tidak perlu khawatir akan masa depan keuangan mereka. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, khususnya di ITB," ujar Reinaldo Ekapratama (Matematika 2014) selaku ketua panitia.