Berita / Utama

ITB dan ICCC Selenggarakan Kuliah Umum Perubahan Iklim

Akbar Syahid Rabbani - Senin, 28 April 2014, 15:38:55
BANDUNG, itb.ac.id - Indonesia Climate Change Center (ICCC) bekerjasama dengan ITB menyelenggarakan ICCC Public Lecture on Climate Change dengan tema "Transformasi Ekonomi berbasis Energi Terbarukan" pada Sabtu (26/04/14) di Aula Barat ITB pada pukul 09.00 - 11.00. ICCC merupakan sebuah lembaga yang dibentuk melalui kerjasama antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia di bawah kerangka Comperhensive Partnership Program. Acara ini ditujukan sebagai sarana berbagi pengetahuan sehingga dapat menciptakan rasa ingin tahu terhadap isu pemanfaatan energi terbarukan dalam kebijakan ekonomi serta pengembangan biofuel untuk transportasi hijau serta listrik terutama untuk daerah terpencil dan kepulauan.Melalui dialog ini, ICCC dan ITB berharap dapat memfasilitasi dan mengomunikasikan informasi terkini terkait dengan sains dan teknologi. Selain itu, dialog ini juga diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk mengatasi dampak dan potensi perubahan iklim dari para pembuat kebijakan, praktisi serta peneliti. Menghadirkan Rahmat Gobel (Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) dan Artissa Panjaitan (LEDs Cluster Coordinator ICCC) sebagai pembicara, public lecture ini dipimpin oleh Farhan Helmy (ICCC Manager) sebagai moderator. Dalam paparannya, para pembicara memaparkan peran energi terbarukan dalam mendorong pembangunan ekonomi rendah emisi karbon dan kaitannya dengan potensi maupun keterbatasan dari pemanfaatan sumber energi lainnya serta kemungkinan dampaknya pada lingkungan dan perubahan iklim.

Dalam public lecture ini juga dijelaskan bahwa ICCC telah melakukan kajian pemanfaatan energi terbarukan dalam dua kajian, yaitu kajian tentang bio-ethanol di lahan terdegradasi dan Kajian Perspektif Baru untuk Menarik Investasi Energi Terbarukan (ET) dalam bidang Tanaman untuk Energi Listrik di Daerah Terpencil di Indonesia. Kedua kajian ini mengindikasikan bio-ethanol sebagai bahan bakar potensial untuk transportasi yang lebih hijau dan perbaikan neraca perdagangan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan menjangkau daerah pedesaan serta temuan awal yang menunjukkan perlu adanya perubahan dalam perspektif alat ukur daya tarik investasi di Indonesia. "Ini saatnya universitas untuk keluar dengan suatu inovasi dengan tantangan perubahan iklim." kata Farhan Helmy saat memberikan sambutan.