Roadshow Beasiswa Aktivis Nusantara:Ajak Mahasiswa ITB Menjadi Pemimpin Berkarakter

Bangkit Dana Setiawan | Sabtu, 1 Februari 2014, 16:00:50 | Lihat foto berita ini
BANDUNG, itb.ac.id - Pada Sabtu (01/02/14) bertempat di Galeri Utama Campus Center ITB, Tim Beasiswa ITB menggelar kerja sama dengan Dompet Dhuafa dalam rangka Roadshow Beasiswa Aktivis Nusantara 2014.  Acara yang bertemakan "Membentuk Negarawan Pemimpin, Berkarakter, kontributif, dan Prestatif" ini dihadiri oleh kurang lebih dua ratus orang. Selain membahas Beasiswa Aktivis Nusantara, acara ini juga mengadakan bedah buku serta mengenalkan gerakan sosial yang dilakukan oleh penerima Beasiswa Aktivis Nusantara 2013.

Beasiswa aktivis nusantara merupakan beasiswa yang diberikan oleh Dompet Dhuafa kepada mahasiswa muslim program sarjana minimal semester lima dan maksimal semester tujuh. Beasiswa ini bukan hanya memberikan uang saku melainkan juga memberikan pembinaan, pembimbingan serta pelatihan karakter kepada para penerimanya. "Jika beasiswa yang diberikan hanya berupa uang saku, maka kami takut akan banyak hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya ketidak percayaan diri dalam bersosialisasi. Oleh karena itu, kami memberikan pelatihan dan pembinaan karakter yang berkelanjutan supaya minat dan potensi para penerima dapat diarahkan dengan baik," jelas Budianto selaku Direktur Beastudi Dompet Dhuafa.

Bedah Buku "Presiden Negarawan"

Buku yang berjudul "Presiden Negarawan" merupakan buku yang ditulis oleh penerima Beasiwa Aktivis Nusantara 2013. Bedah buku ini menghadirkan lima aktivis muda di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Nyoman Anjani (Ketua Kabinet KM ITB), Wildan Ghiffary (Presiden BEM UNPAD 2013), Yayang Luthfan (Ketua Himpunan Mahasiswa Farmasi ITB), Indarto (Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB), serta Rochenry (Ketua Keluarga Mahasiswa Penerbangan ITB) sebagai moderator. "Buku ini bagus, tetapi buku ini hanya akan menjadi wacana jika para pembacanya tidak melakukan apapun setelah membaca buku ini. Negarawan merupakan orang yang tahu mengenai masalah negaranya, tahu akan potensinya, dan punya gagasan untuk memaksimalkan potensi supaya negaranya menjadi lebih baik, bukan hanya sekedar teori," jelas Nyoman.


Para penerima beasiswa aktivis nusantara 2013 sedang melakukan inisiasi gerakan sosial yang diberi nama Creative Thisable. Creative Thisable ini merupakan gerakan untuk memberdayakan kaum penyandang cacat untuk bisa hidup mandiri.  Terdapat suatu komunitas penyandang cacat di Bandung yang bernama Kelompok Kreativitas Difabel (KKD). KKD ini memproduksi kaki palsu untuk masyarakat penyandang cacat lainnya. Kaki palsu yang diproduksi oleh KKD ini jauh lebih murah harganya dibandingkan kaki palsu yang dijual di rumah sakit, sehingga usaha ini sangat membantu bagi masyarakat penyandang cacat yang tidak mampu membeli kaki palsu di rumah sakit. Sayangnya selama ini mereka terhambat oleh produktivitas yang rendah akibat ruangan produksi yang sempit serta publikasi ke masyarakat yang kurang. Berangkat dari hal tersebut, penerima Beasiswa Aktivis Nusantara berinisiatif untuk membentuk Creative Thisable ini. "Gerakan sosial ini ada karena kami ingin menumbuhkan sense kemasyarakatan. Harapan kami semoga usaha kami ini bisa berkontribusi secara konkret kepada masyarakat," tutup Dinar (Perencanaan Wilayah dan Kota 2010), salah satu pembicara dalam acara ini.


Informasi mengenai beasiswa lebih lanjut kunjungi www.beastudiindonesia.net