Berita / Utama

ITB Gelar Seminar Sehari Peringati Hari Air Sedunia

Hafshah Najma Ashrawi - Kamis, 4 April 2013, 23:27:44
BANDUNG, itb.ac.id - Pada Sabtu (30/03/12), ITB bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, dan Persatuan Insinyur Indonesia menggelar seminar Sehari World Water Day (WWD) 2013. Seminar bertajuk "Perubahan Iklim, Konversi Lahan, dan Ancaman Banjir & Rob di DKI Jakarta" tersebut menghadirkan dua puluh dua orang pembicara dan tiga orang keynote speaker. Seminar yang dilaksanakan di Aula Barat ITB ini dibagi menjadi studium generale dan 4 sesi diskusi panel yang berhasil mengundang 350 peserta dari berbagai unsur-unsur lembaga pusat atau daerah, akademisi, stakeholder terkait, sampai masyarakat.Acara dibuka oleh ketua panitia Seminar Sehari WWD 2013, Prof. Arwin Sabar dan dilanjutkan dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni,  Dr. Hasanuddin Z. Abidin. Keynote speaker pada Seminar Sehari WWD ini adalah Hatta Rajasa yang pada kesempatan kali ini diwakilkan dengan materi Ketahanan Air Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Dilanjutkan dengan materi mengenai Grand Strategy Jakarta : Pembangunan DAM Lepas Pantai yang disampaikan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Sutanto Soehodho yang mewakili Joko Widodo. Keynote speaker terakhir adalah Ir Bobby Gafur Umar yang diwakili dengan materinya berjudul Pendekatan Sistemik dalam Pengelolaan Banjir Jakarta: Interaksi antara Enjiniring dan Masyarakat. Pada presentasi kali ini juga dibahas mengenai proyek Great Sea Wall yang disebutkan menghabiskan dana 200 triliun rupiah.

Sesi pertama diskusi panel membahas topik Ancaman Banjir & Rob di DKI Jakarta dengan moderator Tresna Dermawan Kunaefi. Sesi ini menghadirkan pembicara-pembicara dari pihak akademisi dan stakeholder diantaranya Prof. Arwin Sabar, Prof. Dr. Dadan Daihani, Adi Setiadi, dan Robert M.Z. Lawang. Disebutkan bahwa fenomena banjir DKI Jakarta sudah termasuk pada kategori rawan yang mampu memberikan pengaruh pada tingkat nasional. Selain itu sungai yang mengalir ke Jakarta datang dari wilayah-wilayah lain sehingga diperlukan koordinasi yang harmonis antara pemerintah Kota Jakarta dengan pemerintah wilayah hinterland lainnya.

Sesi kedua beralih membahas topik Pengendalian Kawasan Terbangun. Dimoderatori oleh Dr. Pradono, sesi ini menghadirkan empat pembicara yaitu Basah Hernowo, Dr. Dadang Rukmana, Ir. Djoko Mursito, dan Dr. Ir. Supriyatno yang mewakili Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Jawa Barat. Sesi kali ini diakhiri dengan simpulan bahwa kawasan hutan yang menyandang status sebagai hutan namun tidak memiliki tegakan perlu dikemabalikan sebagai hutan, dan juga mengembalikan ekosistem yang rusak membutuhkan komitmen yang tinggi semua stakeholder.

Selanjutnya, sesi ketiga dan keempat Seminar Sehari WWD ini dilakukan secara paralel. Sesi ketiga yang dimoderatori oleh Dr. Idris Maxdoni ini menghadirkan lima pembicara dengan topik Rekayasa Infrastruktur Air Minum & Sanitasi. Pembicara-pembicara pada sesi ketiga ini antara lain Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmadja, Prof. Dr. Ir. Priyatni, Dr. Tyas Kusumadewi, Dr. Mindriany Syafila, dan Ir. Susmono. Sedangkan sesi keempat dimoderatori oleh Dr. Donny Azdan dan menghadirkan lima pembicara antara lain Ir. Dodid Murdohardono, Dr. Hasanuddin Z. Abidin, Ir. Sriwidayanto Kaderi, Kees Bons Deltares, dan Dr. Ir. Sri Hardjoko Ecolmantech dengan topik Air Minum, Subsidens, & Pengendalian Banjir & Rob.

Sorenya,  seminar ini ditutup dengan wrap up oleh Ir. Purba Robert Sianipar, Ph.D selaku Asisten Deputi Menteri Infrastruktur Sumberdaya Air Kementerian Koordinator Perekonomian dan Herto Dwi Ariesyady, ST.,MT.,Ph.D selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan FTSL ITB.  Sebagai hasil akhir dari seminar ini, akan dibentuk langkah-langkah taktis dan strategis yang dapat dibuat oleh tim yang terdiri dari berbagai pihak yang terkait seperti ITB, Pemerintah Daerah, dan lain-lainnya dengan Kementerian Koordinator Perekonomian sebagai jembatan yang menghubungkan pihak-pihak tersebut.