Rektor ITB Tandatangani Kesepakatan Kerjasama dengan Yayasan Al Ihya Kuningan

By Gilang Ariawan Wicaksono

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Pendidikan tinggi saat ini belum sempat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya institusi yang dapat memberikan pendidikan tinggi untuk masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan jumlah institusi pendidikan tinggi masih terus dibutuhkan oleh bangsa ini. Rabu (13/02/13) silam, ITB resmi bekerjasama dengan Yayasan Al Ihya Kuningan, Jawa Barat setelah dilakukannya penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) atau kesepakatan kerjasama tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, Ph.D. Penandatanganan MoU ini sendiri dilakukan dalam rangka perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Al Ihya Kuningan menjadi Universitas Islam Al Ihya.

Sekolah Tinggi Agama Islam Al Ihya Kuningan merupakan salah satu institusi yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan terutama di Jawa Barat. STAI Al Ihya yang tadinya memiliki empat program studi yaitu Hukum Keluarga, Perbankan Syariah, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Guru MI/SD kini berencana untuk mengajukan penambahan dua belas program studi yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknologi Pangan, Sistem Informasi, Pendidikan Guru SD, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Gizi, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

"Dari kerjasama ini kami berharap adanya bantuan dalam pengembangan program studi, pengembangan staf pengajar, serta pengembangan kurikulum," ujar Drs. H. Djajuli, M.Pd. selaku ketua yayasan Al Ihya Kuningan. "Selain itu semoga dengan kerjasama ini yayasan Al Ihya dapat lebih berkontribusi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," tambahnya.

Keinginan Yayasan Al Ihya dalam melakukan penambahan program studi dan perubahan status ke universitas ini disambut baik oleh Akhmaloka selaku rektor ITB. "Saat ini masih terdapat sekitar 75 persen masyarakat Indonesia berumur 18-24 tahun yang belum sempat menikmati bangku kuliah. Nilai ini sangat rendah jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang memiliki persentase partisipasi pendidikan tinggi di atas 95 persen. ITB akan dengan senang hati membagi informasi dan pengalamannya dalam pengembangan Universitas Islam Al Ihya. Inisiatif Al Ihya membuka universitas merupakan kesempatan emas bagi pemuda Indonesia, terutama yang berdomisili di Kuningan dan Jawa Barat," ujar Akhmaloka.