Revitalisasi Perpustakaan ITB : Wajah Baru Sang Sumber Pengetahuan

By Medhira Handinidevi

Editor -

BANDUNG itb.ac.id - Sebagai pendukung kerja  dari perguruan tinggi untuk mencapai visi misinya, perpustakaan merupakan komponen yang sangat penting dalam hal pendidikan.Begitu juga dengan ITB,  Perpustakaan ITB  hadir sebagai penyedia layanan informasi bagi sivitas akademik agar menjadi cikal-bakal masyarakat Indonesia yangberbasis pengetahuan. Untuk itu, revitalisasi perpustakaan merupakan  salah satu jalan pembaharuan fungsi-fungsi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.

BANDUNG itb.ac.id - Sebagai pendukung kerja  dari perguruan tinggi untuk mencapai visi misinya, perpustakaan merupakan komponen yang sangat penting dalam hal pendidikan.Begitu juga dengan ITB,  Perpustakaan ITB  hadir sebagai penyedia layanan informasi bagi sivitas akademik agar menjadi cikal-bakal masyarakat Indonesia yangberbasis pengetahuan. Untuk itu, revitalisasi perpustakaan merupakan  salah satu jalan pembaharuan fungsi-fungsi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan.

Bisa dikatakan Perpustakaan ITB memiliki wajah baru di awal tahun 2013 ini. Setelah peresmian  perpustakaan pada Senin (28/01/13) kemarin, perpustakaan kembali beroperasi pada Selasa (29/01/13) setelah selama sebulan lebih vakum. Hadirnya perpustakaan baru disambut dengan baik oleh  mahasiswa ITB . Terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang memenuhi perpustakaan tersebut. "Perpustakaan ITB sekarang jadi jauh lebih menarik, tempatnya jadi lebih nyaman dan terkesan mewah ", ujar Nadya Ayu Sekarrini (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati 2012) salah satu pengunjung perpustakaan.

Revitalisasi Perpustakaan ITB memakan waktu selama 2011-2013 dengan berbagai tahap. Tahap awal adalah merenovasi lantai dua sebagai ruang baca dan tahap kedua dan ketiga adalah merenovasi lantai satu, tiga, dan empat. "Tidak ada perubahan dari sisi gedung, disini kita fokus untuk merenovasi desain interior di setiap lantainya", jelas Mahmudir, Kepala Perpustakaan ITB.

Fasilitas-fasilitas Perpustakaan ITB

Terdapat berbagai pembaharuan di setiap lantai Perpustakaan ITB, diantaranya lantai satu terdapat ruang tempat penitipan barang, Bookstore dari percetakan resmi ITB, ruang tamu, ruang pengelola, ruang rapat, ruang peminjaman buku, Cyberlib, American Corner, Ruang Serbaguna yang terdiri atas Sampoerna Corner dan Indonesian Corner. Ada yang menarik dalam pelayanan tempat penitipan barang. Dahulu mahasiswa akan dilayani oleh petugas untuk menitip barangnya dan diberi kartu, sekarang mahasiswa diberi kunci dan disediakan loker masing-masing untuk menaruh barang-barang yang perlu di titip.

Lantai dua berisi ruang baca, ruang seminar, ruang katalog, ruang server dan ruang informasi dan pelayanan. Lantai tiga berisi ruang baca, ruang majalah, ruang fotokopi, ruang informasi dan pelayanan, dan gudang peralatan. Sedangkan lantai empat berisi ruang baca koleksi umum, ruang baca koleksi khusus dan ruang Audio Visual. Ruang Audio Visual merupakan sarana mahasiswa untuk menonton video-video yang berkaitan dengan ITB, seperti video profil, seremonial, kuliah tahun 80-an, kegiatan mahasiswa, pidato ilmiah, dan Stadium Genarale.

 

Peresmian Perpustakaan

Peresmian perpustakaan sendiri dilakukan pada Senin (28/01/13). Sebenarnya peresmiani ni ditujukan tidak hanya untuk perpustakaan saja, melainkan juga untuk peresmian-peresmian proyek-proyek yang ada di ITB, diantaranya Perpustakaan, Pool Kendaraan di Sabuga, Terowongan Sub Center Utara, Selasar 92, Rehabilitasi Laboratorium Mekanika Fluida dan Kelautan, Sub Center Barat, Taman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembagan Kebijakan (SAPPK), Kios-kios,  Greywater Treatment, dan konten Megatron.

Sambutan dibuka oleh Direktur Pengembangan ITB Dr. Ir. Rudy Hermawan Karsaman, M.Sc sebagai pimpinan proyek-proyek yang ada di ITB selama ini. Dan peresmian dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi. Beberapa tamu undangan yang hadir di antaranya, perwakilan dari Rektorat, Senat Akademik, Majelis Guru Besar, Direktorat Pengembangan,  Advisor Board, Bank BNI, Bank BJB, Dosen-dosen ITB, dan mahasiswa. Lalu acara tersebut ditutup dengan pagelaran seni dengan judul Ruwatan Pustaka Jagat Ganesha.

"Cina adalah negara maju yang melakukan aktivitasnya dengan berlari bukan berjalan. Mengapa Indonesia tidak bisa seperti itu khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk itulah Perpustakaan ITB itu ada untuk mewujudkannya ", ujar Mahmudir.