Berita / Utama

Jero Wacik Unjuk Kebolehan Tabuh Gamelan Bali pada Malam Pagelaran Bali Kreasi

Diviezetha Astrella Thamrin - Kamis, 4 Oktober 2012, 13:44:51

BANDUNG, itb.ac.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, turut meramaikan Malam Pagelaran Bali Kreasi. Bali Kreasi merupakan acara puncak dari serangkaian acara yang diadakan Maha Gotra Ganesha (MGG), sebuah unit kebudayaan Bali, dalam rangka memperingati Dies Natalisnya yang ke-41. Bertempat di Teater Terbuka Dago Tea House Bandung, pagelaran yang diadakan pada Minggu (30/09/12) ini mampu memesona sekaligus mengocok perut para penonton dengan fragmen tari "Mandara Giri" dan beberapa tarian yang sempat diiringi tabuhan gamelan oleh Jero Wacik.

Acara dibuka dengan Tari Sekar Jempiring, sebuah tarian tradisional Bali yang lincah dan enerjik. Menyusul setelahnya sambutan dari Made Ian Maheswara (Teknik Kimia 2009), Ketua Bali Kreasi. Menurut Ian, Bali Kreasi kali ini mengusung "Kenali Indonesiamu, Kreasikan Budayamu" sebagai tagline utamanya untuk menasionalisasikan kesenian Bali. "Dengan mengadakan malam pagelaran ini, kami berharap tarian dan kebudayaan Bali makin dicintai masyarakat Indonesia," ujar Ian.

Jero Wacik sebagai salah satu pendiri dan juga Ketua Umum MGG yang pertama turut memberikan sambutan. Dengan bersemangat, Jero Wacik mengungkap pula sejarah singkat MGG dan berbagai cerita semasa ia menjabat sebagai Ketua Umum MGG. Cerita-cerita yang disampaikan dengan gaya bahasa yang santai dan menarik sukses mengundang gelak tawa penonton. Perut penonton semakin dikocok dengan kehadiran Bondres, dua orang lakon bernama Bona dan Andreas yang memandu penonton mengikuti jalannya acara Bali Kreasi dengan kelakuan-kelakuan kocak yang mengundang tawa penonton.

Fragmen tari Mandara Giri sebagai nadi utama cerita dilantunkan oleh narator yang ikut bersenandung bersama gamelan. Fragmen ini berkisah mengenai perebutan Tirta Amertha, suatu air keabadian dengan intrik-intrik dari para dewa dan raksasa untuk mendapatkan perlambang kekuasaan tersebut. Cerita disuguhkan dalam bentuk tarian-tarian menarik yang memadukan teknologi visualisasi modern. Selain itu, terlepas dari fragmen disajikan pula Tari Kebyar Duduk, Tari Belibis, Tari Cendrawasih, dan berbagai tarian tradisional lainnya.

Antusiasme penonton semakin tinggi ketika Jero Wacik ikut menabuh gamelan Bali bersama para alumni MGG lainnya untuk mengiringi Tari Topeng. Dengan lincah, Jero Wacik memainkan beberapa jenis gamelan dan menampilkan beberapa jenis lagu pengiring tarian yang mengagumkan. Acara ditutup dengan Tari Garuda Wisnu yang ditarikan oleh 3 pria dan 3 wanita. Tarian ini sukses memukau penonton ketika 3 penari wanita naik ke atas pundak penari pria lainnya dan terus tampil dengan gemulai.

 

Dokumentasi: Yosia Giovanni