Kuliah Umum Unilever Berbagi Strategi Supply Chain Kepada Mahasiswa

By Neli Syahida

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Pada Senin (24/09/12) untuk kedua kalinya di tahun 2012, Mahasiswa Teknik Industri (MTI) mengadakan kuliah umum Unilever yang bertajuk "The World of Supply Chain in FMCG Company: The Study Case of Unilever". Acara yang bertempat di Aula Timur ITB ini mendatangkan narasumber dari pihak Unilever, yaitu Benny Hasnuddin selaku General Manager Manufacturing Ice Cream Walls.

Sebagai pembuka dalam kuliah umum ini, Benny yang juga merupakan alumni Teknik Mesin ITB 1987 menceritakan sedikit sepak terjang Unilever di Indonesia .Unilever memiliki visi "To earn love and respect of Indonesian by touching the life of every Indonesian everyday." Dari visi ini, Benny menjelaskan bahwa visi tersebutlah yang membuat Unilever dapat bertahan dan berkembang sejak 78 tahun yang lalu. Dengan visi ini, Unilever memiliki strategi untuk menciptakan produk-produk yang dapat dijangkau masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah hingga masyarakat golongan ekonomi ke atas. Oleh karena itu, salah satu strategi untuk mendirikan industri yang dapat survive adalah produk yang dibuat memiliki jangkauan pemasaran yang luas.

Supply Chain, Pertemuan Antara Penawaran dan Permintaan

"Supply chain bertujuan untuk mempertemukan penawaran dan permintaan dengan cara yang paling efisien dalam dunia yang tidak pasti," tutur Benny sebagai pembuka topik utama. Dalam hal ini yang paling dibutuhkan adalah manajemen ketidakpastian yang terdiri dari tiga pilar, yaitu kapasitas, waktu, dan inventaris.

Sedangkan manajemen supply chain sendiri terdiri dari 4 pilar. Pilar paling dasar adalah mencari data kebutuhan pasar, produk apa yang dibutuhkan dan seberapa banyak yang dibutuhkan. Setelah mendapatkan informasi yang tepat, langkah selanjutnya menyusun strategi yang baik. Pilar ketiga dan keempat masing-masing adalah pemrosesan dan eksekusi tindakan sesuai strategi yang telah direncanakan.

Walaupun tema yang diangkat cenderung mengarah pada pembahasan kuliah jurusan Teknik Industri, tema ini ternyata berhasil mengundang antusiasme dari mahasiswa jurusan lain. Terbukti banyak mahasiswa prodi lain, seperti Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Elektro juga hadir untuk mengikuti kuliah ini. Mereka berharap akan mendapatkan ilmu yang tidak dapat mereka dapatkan di jurusannya masing-masing.

Terakhir, Benny menuturkan pesan-pesan kepada para mahasiswa. "Apa profesi yang akan kalian tekuni nanti tidak harus paralel dengan jurusan yang kalian pelajari saat ini. Yang terpenting adalah tentukan pilihan kalian mulai dari sekarang," ungkap Benny menutup kuliah umum sore itu.