ITB Luluskan 1571 Wisudawan pada Sidang Terbuka Wisuda Ketiga ITB 2011/2012

By Christanto

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Sebanyak 1571 wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikannya di ITB mengikuti prosesi Sidang Terbuka ITB dalam rangka Wisuda Ketiga ITB Tahun Akademik 2011/2012 yang diadakan Jumat dan Sabtu (13-14/07/12). Prosesi yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha ini dihadiri oleh para pimpinan institut, staf akademik, serta para undangan dan wisudawan.
Sidang Terbuka dimulai dengan prosesi penyambutan Majelis Wali Amanat, Majelis Guru Besar, dan Senat Akademik yang memasuki ruangan acara, dengan iringan merdu "Mars ITB" oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB. Setelah itu prosesi dilanjutkan dengan penyanyian lagu "Indonesia Raya", diikuti dengan pengucapan Janji Lulusan ITB.

Pada Wisuda ITB kali ini, ITB meluluskan sebanyak 1571 wisudawan dengan jumlah wisudawan program sarjana sebanyak 1099 orang, program magister sebanyak 466 orang, dan program doktor sebanyak 6 orang. Sidang Terbuka untuk wisuda program magister dan doktor diselenggarakan pada Jumat (13/07/12), sedangkan untuk program sarjana diadakan pada Sabtu (14/07/12).

Pada sambutannya, Rektor ITB, Prof. Akhmaloka, menekankan pentingnya pengembangan Ipteks yang pro pada masyarakat. "Ini adalah isu etika yang penting. Sarjana adalah insan pengetahuan yang harus menopang perkembangan ilmiah," tegasnya.

Untuk itu, Prof. Akhmaloka dalam kesempatan tersebut mengajak para wisudawan yang hadir untuk terlibat aktif dalam mengadakan interaksi dan dialog dengan masyarakat. "Perlu terlibat aktif dalam pembelajaran tersebut untuk mengetahui permasalahan dan keterkaitan satu sama lain," jelasnya.

Setelah pemberian ucapan selamat kepada para wisudawan oleh Rektor ITB, dekan fakultas/sekolah, dan kepala program studi, acara dilanjutkan dengan penyampaian pidato wakil mahasiswa ITB. Dalam kesempatan itu, Mahasiswa Berprestasi ITB 2011, Reswita Dery Gisriani (Sains dan Teknologi Farmasi 2008) menyampaikan pentingnya membawa nama baik ITB dan Indonesia di kancah nasional dan internasional.

"Selama di ITB, ilmu dan pengalaman yang diperoleh sangat berperan dalam mengembangkan diri kita baik secara akademik maupun non-akademik. Kita harus pintar melihat peluang-peluang tersebut," ujar Reswita.

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. Percayalah bahwa Indonesia bisa maju," lanjutnya.