Farmadays 2011: Atasi Penggunaan Obat yang Tidak Tepat Melalui Konseling Pasien

By Christanto

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Paradigma kefarmasian mulai beralih dari drug oriented menjadi patient oriented. Paradigma ini menuntut peran seorang farmasis untuk memberikan pelayanan kefarmasian berkualitas. Isu menarik inilah yang dibahas dalam Studium Generale Patient Counseling Event (PCE) 2011 pada Sabtu (19/11/11) di Campus Center Timur ITB.
Dengan mengangkat tema "Penggunaan Obat yang Tidak Tepat di Masyarakat dan Peran Farmasis di Dalamnya", salah satu hal yang diangkat dalam kesempatan tersebut adalah bagaimana peran farmasis dalam rangka mencegah kesalahan penggunaan obat. Sumber yang menyebabkan kesalahan obat tersebut bisa berasal dari ketidaktepatan diagnosa, pemilihan obat yang tidak rasional, maupun pemakaiannya yang tidak benar.

"Untuk cara penggunaan obat, pasien butuh seorang farmasis," ujar  Dr. Endang Kumalawati, Apt. sebagai salah satu pembicara. Menurut Endang, farmasis memiliki kewenangan untuk menganalisis ketepatan penggunaan dan kerasionalan pengobatan. "Jadi farmasis berfungsi untuk mengawasi agar cara pemakaian obat tepat sehingga efeknya tepat pula," ungkapnya.

Dengan demikian, bimbingan dan edukasi dalam cara penggunaan obat dan pengelolaan penyakit akan sangat dibutuhkan, seperti yang disampaikan Endang. Salah satu cara untuk mengedukasi pasien adalah melalui konseling. "Konseling yang baik adalah wujud pharmacy leadership menuju Indonesia sehat paripurna," kata Endang.

Farmadays 2011

Studium Generale merupakan salah satu kegiatan Patient Counseling Event yang merupakan salah satu dari rangkaian acara Farmadays 2011, yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) 'Ars Praeparandi' ITB. Selain acara tersebut, Farmadays 2011 juga diisi dengan rangkaian acara lain seperti Lomba Konseling Pasien, Seminar & Workshop, Pameran Karya, Lomba Make Over, dan lainnya.

Selain Endang, pembicara lain yang memberikan materi dalam kuliah umum tersebut adalah Sri Bintang Lestari, S.Si.,Apt dari Kementrian Kesehatan Indonesia dan Sri Hartini, M.Si.,Apt. Melalui Studium Generale, diharapkan para peserta acara akan semakin terbekali dalam kemampuannya untuk memberikan konseling pasien.