Bali Kui: Pagelaran Kesenian Klasik Bali dengan Sentuhan Modern

By Ria Ayu Pramudita

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB (MGG ITB) pada Sabtu (22/10/11) menyelenggarakan Pagelaran Kesenian Bali di Lapangan Campus Center Barat ITB dalam rangka memperingati Dies MGG ITB ke-40. Acara ini merupakan acara puncak dari rangkaian acara Bali Kui yang dimulai sejak Senin (17/10/11). Pagelaran ini juga menghadirkan kolaborasi antara MGG ITB dengan musisi Tesla Manaf.

Nama acara ini, Bali Kui, memiliki arti tersendiri. Kui diartikan sebagai klasik, unik, dan inspiratif. Pemilihan tema pagelaran ini yaitu tarian dengan topeng menggambarkan kolaborasi antara elemen klasik dan kontemporer. Elemen klasik digambarkan dengan topeng dan gamelan, sedangkan elemen modern direpresentasikan dengan sentuhan saxophone, gitar, keyboard, dan nuansa musik jazz.

Pagelaran ini menghadirkan fragmen dari tarian Barong yang berasal dari cerita rakyat Bali. Pada cerita ini digambarkan pertarungan antara perwujudan sifat baik dan jahat yaitu Barong, yang mewakili sifat baik manusia, dengan Rangda yang mewakili sifat jahat manusia. Pada akhirnya pertarungan ini dimenangkan oleh Barong, yang menggambarkan bahwa kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan.

Lestarikan Budaya Indonesia

"Lestarikan budaya Indonesia dengan kreativitas yang baru, jangan monoton," ujar Gede Abdi Dharma (Teknik Pertambangan 2008) menanggapi pemilihan tema kolaborasi elemen klasik dan kontemporer. "Kami dari MGG ITB siap berkolaborasi dengan unit-unit di ITB untuk melestarikan budaya Indonesia," tambahnya. Mengenai kesuksesan acara, Abdi menilai bahwa pagelaran kali ini cukup berhasil karena tingginya animo pengunjung yang dibuktikan dengan kondisi lapangan CC Barat yang terbilang penuh oleh pengunjung.

Pagelaran ini sendiri dihadiri oleh mahasiswa ITB dan masyarakat umum. "Acara ini sudah sangat bagus, ada kreativitas dari MGG untuk melakukan suatu kolaborasi dengan musik jazz. Manajemen waktunya juga sudah bagus," ujar Nyoman Supriyatna, selaku orang tua dari salah satu anggota MGG. Sedangkan menurut Dity (Teknik Elektro 2010), acara ini menarik terutama saat sesi MC. "Awalnya mau nonton teman yang ikut unit MGG. Acara ini sendiri menyenangkan, menarik, dan MCnya lucu. Penampilan dan kostum pemainnya juga bagus," tambah Dity.

Oleh: Aria Wicaksa (diliput bersama Edo Belva)