Berita / Utama

38 Tahun LSS, Lebih Berinovasi untuk Menjaga Budaya Sunda

niken - Jumat, 1 Mei 2009, 00:30:32
Lingkungan Seni SundaBANDUNG, itb.ac.id - Lingkung Seni Sunda (LSS) didirikan pada tanggal 15 April 1971 oleh Rektor ITB pada saat itu yaitu Prof. Dr. Doddy Tisna Amijaya. Beliau memiliki keinginan untuk membuat suatu wadah untuk melestarikan budaya Sunda, sekaligus menjadi tempat bagi civitas akademika ITB untuk mengembangkan kreativitas khususnya di bidang Seni Budaya Sunda. Kelompok mahasiswa yang menjadi pelopor didirikannya LSS ITB antara lain Sujana Wirakusumah (SI), Jajoen Wahyu (SI), dan Rastihat (SI).Saat ini, LSS tidak hanya mementingkan kesenian saja, tetapi hal yang lainnya juga. Hal ini dikarenakan budaya Sunda tidak akan lepas dari budaya yang lainnya seperti keorganisasian dan lain-lain. Kegiatan kesenian yang dilaksanakan LSS ITB antara lain latihan rutin untuk pementasan, apresiasi seni baik itu yang ada di LSS atau yang ada di luar LSS. Hasil dari latihan tersebut biasanya dipentaskan di kampus ITB atau di luar kampus.

Tahun ini, LSS menginjak usianya yang ke-38. Memperingati hari jadinya, Sabtu(25/04/09), diadakan Dies ke-38 LSS di Campus Center Sayap Timur ITB. Acara dimulai sekitar pukul 7 malam, diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci, juga sambutan dari pupuhu LSS dan pihak alumni. Seusai simbolisasi syukuran dies LSS yg ke-38, para anggota LSS beserta alumni dipersilakan makan malam sambil menikmati hiburan berupa  Kacapi Suling oleh alumni, Tari KKW sebagai pengingat "agenda badag" yang biasa dilakukan LSS, dan juga Kesenian Gondang. Kesenian yang merupakan merupakan kolaborasi alumni dengan anggota LSS ini telah dipersiapkan jauh-jauh hari, karena inti dari dies ke-38 LSS diwujudkan dalam bentuk kesenian gondang ini.

Tahun 2009 ini LSS mengadakan 3 buah agenda badag tahunan yang biasa dilakukan oleh LSS, yaitu Dies LSS yang ke 38, Pasanggiri Rampak Sekar XIX SD, SMP, SMA se jawa barat, dan Pagelaran 2009. Ketiga acara ini berada di bawah koridor sebuah konsep badag yang bertemakan " Urang Sunda, Urang Nu Miara "; diharapkan ketiga acara ini menjadi inovasi budaya Sunda untuk menumbuhkan Kepedulian masyarakat Sunda untuk melestarikan budaya Sunda.