Berita / Institusi

Wisuda II 2008/2009: Persembahan ITB bagi Masyarakat

prita - Rabu, 22 April 2009, 03:32:01
BANDUNG, itb.ac.id - Wisuda kedua tahun ajaran 2008/2009 telah berlangsung. Sebanyak 1.310 mahasiswa dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Wisuda yang dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesa, Sabtu (18/04/09) lalu. Dalam pidatonya, Rektor ITB, Prof.Dr.Ir. Djoko Santoso, M.Sc, menyatakan dengan bangga bahwa lulusan ITB pendidikan sarjana, pascasarjana, dan magister dipersembahkan sebagai wujud akuntabilitas ITB kepada masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Prosesi Sidang Terbuka berlangsung khidmat seperti pada wisuda-wisuda sebelumnya. Pimpinan ITB didampingi oleh Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, dan Majelis Guru Besar memasuki ruangan. Rektor kemudian menyampaikan pidatonya setelah membuka sidang, dan setelahnya para wisudawan dipanggil satu-persatu untuk menerima ucapan selamat dari rektor. Demikian garis besar jalannya acara.

Dari 1.310 wisudawan program sarjana, magister, dan doktor, 130 orang mendapatkan gelar Cum Laude: program doktor sebanyak 2 orang, program magister 83 orang; serta program sarjana sebanyak 45 orang. Gelar Cum Laude terbanyak diraih oleh STEI yang juga memiliki persentase jumlah wisudaan terbanyak.

Disebutkan dalam pidato Djoko bahwa World Class University merupakan isu yang tengah populer saat ini dan menjadi acuan semua universitas di dunia. Salah satu parameternya adalah karya yang dihasilkan untuk kemanusiaan. Berdasarkan data dari SCOPUS - lembaga independen penghimpun karya ilmiah secara global dan internasional, ITB menduduki peringkat kedua setelah UI untuk jumlah makalah yang terbit pada jurnal ilmiah yang terdaftar di lembaga tersebut. Jika dibandingkan dengan persentase jumlah mahasiswa, ITB menduduki peringkat pertama. Hal tersebut berarti ITB merupakan lembaga riset tertangguh di Indoonesia.

Sementara itu Ronald Nehemia M (EL'04) sebagai perwakilan mahasiswa, menyampaikan kata-kata perpisahan dengan menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir namun awal dari perjuangan yang sebenarnya. Ronald mengajak rekan-rekan sesama wisudawan untuk mengabdikan ilmunya demi kemasyarakatan dan tetap mempertahankan idealisme kemahasiswaan.