Berita / Utama

Lokakarya Pengembangan Akademis dan Keprofesian Teknik Industri

Unit Sumber Daya Informasi - Senin, 10 November 2003, 15:19:48
Sabtu, 8 November 2003 bertempat di R. Seminar Lt.4 Gedung Basic Science A ITB, Jln. Ganesa 10 Bandung dilaksanakan Lokakarya Pengembangan Akademis dan Keprofesian Teknik Industri dengan tema : “Penggalian konsep bersama keilmuan dan keprofesian Teknik Industri”. Bentuk kegiatan adalah Lokakarya dan Diskusi Interaktif. Penyelenggara Lokakarya tersebut adalah Kerjasama LPKM ITB dengan Departemen Teknik Industri Materi dan Para pembicara pada acara tersebut terdiri dari : Sesi Pertama : Materi pada sesi ini berisikan penjelasan dan pandangan tentang keilmuan Teknik Industri, yang memuat perkembangan Teknik Industri dari awal, arahan kurikulum, kompetensi lulusan Teknik Industri, perkembangan ilmu Teknik Industri saat ini dan disertai dengan penerapan keilmuan Teknik Industri di dunia kerja. Pemateri pada sesi ini adalah orang-orang yang paham benar mengenai keilmuan Teknik Industri, seperti misalnya : Guru-guru besar Teknik Industri, Ketua Departemen, Koordinator Program S1 ataupun para dosen yang berkompeten. Pembicara pada sesi ini, diantaranya :  Bpk. Mathias Arroef (Pendiri Teknik Industri ITB)  Bpk. Isa Setiasyah T. (Ketua Departemen Teknik Industri ITB)  Muhammad Faisal. Sesi Kedua : Penjelasan dan pandangan tentang aplikasi ilmu Teknik Industri di dunia nyata, memuat tentang gambaran nyata mengenai aplikasi ilmu Teknik Industri. Mengingat keterkaitan lulusan Teknik Industri pada berbagai bidang yang luas maka kami membaginya menjadi tiga. Pemateri kami harapkan dapat mewakili: 1. Pemerintah dan pihak yang terkait. Diharapkan dengan adanya pemateri dari pemerintah seperti Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjendikti), Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag), maupun Kementrian BUMN, mahasiswa teknik industri mendapatkan pengetahuan mengenai permasalahan yang dihadapi penentu kebijakan negeri ini. Terutama yang berkaitan dengan strategi industri nasional. Bagaimana kebijakan pemerintah di dalam perindustrian nasional. Permasalahan yang dihadapi sektor industri tentunya akan mempengaruhi kompetensi yang perlu dimiliki lulusan Teknik Industri. Karena pendidikan Teknik Industri sangat terkait dengat dengan kebijakan pembangunan perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor industri. Pembicara pada sesi ini, adalah :  Bpk. Aryan Wargadalam (Dir Industri Kimia Organik Depperindag)  Bpk. Agus Tjahajana (Dirjen Industri Kecil dan Dagang Kecil) 2. Industri swasta dan industri multinasional Diharapkan mampu memberi gambaran kepada mahasiswa Teknik Industri mengenai permasalahan sektor industri swasta di masa mendatang, terutama tantangan dalam menghadapi era globalisasi. Mengingat lulusan Teknik Industri akan berkecimpung di dunia industri dan perekonomian di era globalisasi. Sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dan menyusun strategi untuk menghadapi dunia nyata sejak masih duduk di bangku kuliah. Calon Pembicara pada bagian ini, adalah :  Paulus Tangkere (Pengusaha) 3. Industri menengah dan kecil Sebagian besar industri yang ada di Indonesia adalah industri kecil dan menengah, yang tetap bertahan meskipun dilanda krisis ekonomi. Diharapkan pada sesi ini mahasiswa teknik industri dapat memperoleh informasi mengenai permasalahan yang dihadapi sektor industri kecil dan menengah, dan bagaimana orang-orang yang berkecimpung berjuang mengembangkannya. Dari hal itu, mahasiswa teknik industri dapat belajar dan berkontribusi untuk mengembangkannya sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional. Pembicara pada bagian ini, adalah :  Ir. Titah Sihdjati ( Pengusaha) Tujuan dari Lokakarya tersebut adalah : • Menggali kembali konsep, ruang lingkup dan kompetensi keprofesian Teknik Industri. • Menghasilkan grand-design pengembangan akademis dan keprofesian mahasiswa Teknik Industri. • Memberikan alternatif-alternatif program dalam pengembangan kompetensi mahasiswa Teknik Industri. • Menjadi suatu acuan bagi setiap mahasiswa Teknik Industri dalam pengenbangan kompetensinya masing-masing.