Berita / Utama

Pra-Seminar Internasional SF ITB: "Chemotherapy of Malaria: From Quinolines to Artemisins"

Selasa, 30 Oktober 2007, 13:57:18
BANDUNG, itb.ac.id - Hari ini (30/10) Sekolah Farmasi ITB menyelenggarakan acara pra-seminar menuju acara International Seminar on Pharmaceutics yang akan diselenggarakan esok hari (31/10) di Hotel Grand Aquila, Bandung. Kedua acara ini diselenggarakan masih dalam rangka perayaan 60 tahun Sekolah Farmasi ITB. Acara pra-seminar ini terdiri atas kuliah tamu bertema "Chemotherapy of Malaria: From Quinolines to Artemisins" yang dibawakan oleh Prof. Dr. Richard K. Haynes dari Department of Chemistry, The Hongkong University of Science and Technology, dan juga presentasi tentang kesempatan studi pascasarjana dalam bidang Biomedika di University of Groningen, Belanda, yang dibawakan oleh Prof. Dr. G. Molema, dari Department Pathology and Laboratory Medicine, Medical Biology Section, Division of Endothelial Biomedicine and Vascular Drug Targeting, University of Groningen, Belanda. Prof. Dr. Richard K. Haynes membawakan kuliah tamu mengenai senyawa artemisin yang dapat menggantikan peran quinolin sebagai obat malaria. Pengobatan penyakit malaria dengan obat konvensional selama ini menggunakan obat-obatan dari jenis quinolin, namun terutama sejak awal tahun 1960-an di daerah Asia Tenggara berbagai 'strain' dari parasit yang menyebabkan penyakit malaria semakin beranekaragam, dan semakin resisten terhadap obat-obatan konvensional dari jenis quinolin ini. Untuk itulah dilakukan berbagai riset tentang senyawa lain untuk pengobatan malaria, salah satunya adalah sediaan yang dibuat dengan kandungan senyawa aktif qinghaosu, yang ternyata sangat ampuh untuk melawan parasit malaria yang telah resisten terhadap senyawa quinolin. Berbeda dengan acara pra-seminar hari ini, acara seminar internasional yang akan diadakan esok hari sendiri lebih memfokuskan pada bahasan di bidang farmasetika, yakni teknologi sediaan farmasi, dengan tema “Update on Pharmaceutical Innovation and New Drug Delivery System”.