Berita / Utama

Seminar Pendidikan Multikultural UKSU

Krisna Murti - Sabtu, 18 November 2006, 18:13:09
Memperingati Dies Natalis Unit Kesenian Sumatera Utara (UKSU) ITB ke-28, UKSU mengadakan Seminar Pendidikan Nasional bertema 'Pendidikan Multikuktural Sebagai Salah Satu Alternatif Pembenahan Sistem Pendidikan Nasional' dengan . Acara ini diadakan di Aula Barat ITB, Sabtu, 18 November 2006. Seminar ini diwarnai oleh kehadiran berbagai tokoh sebagai pembicara dari berbagai latar belakang sosial, antara lain: Sri Hartanto, Prof. Dr. Romo Franz Magnis Suseno, Prof. Dr. H. A. R. Tilaar, M.Sc. Ed, Ida I D. Gede Raka, Dr. Abdul Haris, M.Sc, dan Ir. Akbar Tanjung. Bapak Sri Hartanto selaku Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah menyampaikan pentingnya sebuah sistem pendidikan yang dapat mendukung heterogenitas kebudayaan di Indonesia. Diharapkan, pendidikan ini dapat membuka wawasan dan pikiran pelajar untuk menghormati perbedaan sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Penerapannya pendidikan multikultural menyerupai konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan esensi pengenalan lingkungan dan heritage berupa sosial budaya, termasuk kearifan lokal. Sementara itu, Ir. Akbar Tanjung sebagai tokoh dengan latar belakang budaya Sumatera Utara (Sumut) memaparkan keberagaman Sumut. Sumut terdiri atas tujuh kebudayaan (Karo, Mandailing, Pak-Pak, Simalungun, Toba, Nias, Melayu) yang tetap terjaga keharmonisannya hingga saat ini. Peran kebudayaan dalam pendidikan di Sumut tertuang dalam mata pelajaran muatan lokal. Pada akhir seminar, Dr. Ir. Benhard Sitohang yang juga Ketua Kelompok Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Data, selaku moderator seminar, memberikan kesimpulan mengenai pentingnya sistem pendidikan ini. Bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan: apa tujuan ideal sekolah, bagaimana pencapaiannya, efektivitas, indikator keberhasilan, dan lain-lain. Namun demikian, demi tercapainya tujuan nasional, termasuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat. (ossa)