BANDUNG, itb.ac.id - Sorak meriah 4.068 orang mahasiswa baru program sarjana kembali hadir pada Senin (07/08/17), tepatnya di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Tepat pukul 13.00 WIB, Sidang Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Tahun Ajaran 2017/2018 dimulai setelah para mahasiswa baru terkondisikan. Acara yang juga dihadiri oleh Rektor ITB, Anggota Majelis Wali Amanat, Anggota Majelis Guru Besar, Anggota Senat Akademik, Anggota Dewan Audit, Pimpinan Fakultas, dan Pimpinan Program Studi ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sementara itu Sidang Terbuka PPMB untuk 2.282 orang mahasiswa baru Program Magister dan 178 orang mahasiswa baru Program Doktor sudah berlangsung lebih dulu pada pukul 08.00 s/d 10.00 WIB.

Setelah dilaksanakan prosesi pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta, acara dilanjutkan dengan laporan seputar penerimaan mahasiswa baru oleh Wakil Direktur Eksekutif Penerimaan Mahasiswa Program Sarjana dan Vokasi, Dr. Achmad Syarief, S.Sn., M.Sc. Hingga hari terakhir pendaftaran ulang, Jumat (04/08/17), sudah terdaftar 3994 mahasiswa baru untuk program sarjana yang tak hanya berasal dari berbagai wilayah dalam negeri, tetapi juga wilayah di luar negeri. Mahasiswa baru program sarjana ini memang mayoritas masih berasal dari SMA-SMA di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang mencapai 60,8%. Terdapat juga mahasiswa berkewarganegaraan asing sebanyak 8 orang yang berasal dari Malaysia dan Korea Selatan. Selain itu, mahasiswa baru program sarjana ITB ini rata-rata berusia 18 tahun dengan usia termuda 14 tahun dan usia paling tua 21 tahun.

Pada tahun ini ITB juga menerima mahasiswa baru program sarjana dari program bidikmisi dengan kisaran jumlah sebesar 13% dari total mahasiswa yang diterima. Sepuluh persen diantaranya berasal dari jalur SNMPTN 2017 sementara 3% sisanya berasal dari jalur SBMPTN 2017. Pada PPMB 2017 ini presentase mahasiswi yang diterima oleh ITB juga mengalami peningkatan dengan presentase mencapai 42,9%. Rasio mahasiswi ini lebih besar daripada tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka 41,2%.

Adapun setelah laporan penerimaan selesai dibacakan, giliran Rektor ITB yang membacakan surat keputusan penerimaan mahasiswa baru. Surat tersebut menyatakan bahwa mahasiswa baru yang telah memenuhi syarat akademik maupun syarat administrasi secara resmi dilantik menjadi mahasiswa ITB tahun akademik 2017/2018. Mahasiswa baru kemudian mengucapkan janji mahasiswa untuk menuntut ilmu demi kesejahteraan bangsa Indonesia.


Rektor ITB juga berkesempatan untuk menyampaikan beberapa hal, utamanya mengenai permasalahan yang tengah terjadi, baik di kancah nasional maupun internasional. “Anda, segenap mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung, adalah penerus masa depan bangsa.” ungkapnya. Dr. Eng. Sandro Mihradi, selaku staf pengajar Fakultas Teknik Mesik dan Dirgantara ITB, mengisi sesi selanjutnya dengan pidato ilmiah perihal peluang dan tantangan sarjana di era revolusi industri.


Di penghujung acara, terdapat penyerahan Penghargaan Ganesha 2017 kepada para mahasiswa yang berprestasi di berbagai bidang baik akademik maupun nonakademik. Pada kesempatan ini, tiga peringkat teratas mahasiswa berprestasi utama, yakni Muhammad Al Kahfi (Matematika 2014) pada peringkat pertama, Albert Eka Saputra (Manajemen 2014) pada peringkat kedua, dan Refaldi Intri Dwi Putra (Teknik Fisika 2014) pada peringkat ketiga pun diberikan penghargaan atas keberhasilan mereka.