Berita / Utama

Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Departemen Kimia: Teladan untuk ITB

Krisna Murti - Jumat, 3 Juni 2005, 09:31:33
Kamis pagi, 2 Juni 2005, Departemen Kimia ITB mengadakan pelatihan penanganan pemadam kebakaran. Pelatihan tahunan ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama adalah materi di kelas, selanjutnya, dilakukan praktek langsung di lapangan parkir belakang gedung Basic Science B. Praktek pemadaman api cukup menarik perhatian masa kampus yang ada di sekitar gedung Kimia dan Basic Science B, mengingat ada nyala api besar dan kepulan asap karbon dioksida kering dari alat pemadam kebakaran. Hadir sebagai tutor staf dari supplier alat pemadang kebakaran Yamoto, anggota satuan pengaman ITB, dan Dr. Djulia Onggo yang bertanggungjawab atas keselamatan kerja di Departemen Kimia. Selain dilatih untuk memadamkan api dengan alat pemadam, peserta juga dilatih memadamkan api dengan karung goni yang dibasahi. "Daripada alat pemadam kebakaran itu nanti dibuang begitu saja karena expired, kita manfaatkan saja sebagai bahan pelatihan," ungkap Ismunandar, Sekretaris Departemen Kimia ITB, "Sekalian regenerasi alat." Para peserta pelatihan terdiri dari mahasiswa kimia, utamanya mahasiswa yang kerap bekerja di laboratorium, yaitu mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa pascasarjana. "Tahun lalu kami mengadakan pelatihan yang sama untuk kalangan sendiri. Tahun ini, kami mengundang juga rekan-rekan dari FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)," ujar Ismunandar. Beberapa karyawan dari (FIKTM) juga tampak hadir. Di sela-sela diskusi cukup intensif di milis dosen mengenai fasilitas penanggulangan kebakaran di ITB dan insiden kebakaran kecil di gedung Seni Rupa ITB minggu lalu, tampaknya pelatihan yang telah diinisiasi Departemen Kimia ITB ini merupakan suatu teladan yang baik dan perlu ditiru. Pewacanaan dan pelatihan mengenai penanganan kebakaran di ITB memang perlu dilakukan. Kontrol fasilitas penanggulangan kebakaran di ITB memang masih minim. Fasilitas hidran di ITB pun tidak jelas apakah masih berfungsi atau tidak. Apakah kesadaran akan perlunya tindakan proaktif pencegahan ini perlu dipicu oleh kebakaran yang sebenarnya dulu?