Berita / Institusi

Kini, Video Perkuliahan ITB Dapat Diakses Masyarakat Umum

Neli Syahida - Rabu, 13 Maret 2013, 11:14:37
BANDUNG, itb.ac.id - Kemajuan pendidikan berpengaruh besar terhadap kemajuan teknologi. Sebaliknya, kemajuan teknologi dapat juga berpengaruh positif terhadap kemajuan pendidikan. Terinspirasi oleh Open Courseware Massachusetts Institute of Technology (MIT), ITB sebagai sebuah institut teknologi besar di Indonesia memberikan kontribusinya untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan membuat video perkuliahan.

Pemproduksian video perkuliahan ini merupakan kerja sama antara Unit Sumber Daya Informasi (USDI) ITB dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Video ini tidak hanya dapat diakses oleh mahasiswa ITB, melainkan juga masyarakat umum. Video perkuliahan yang telah selesai diproduksi dan dapat diakses hingga saat ini adalah mata kuliah Kimia Dasar sesi pertemuan 1-7 . Materi yang dibahas antara lain materi Larutan, Kesetimbangan, Kinetika, dan Asam Basa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ismunandar. Link untuk playlist kuliah ini dapat diakses pada http://www.youtube.com/playlist?list=PLAKmNBIaTKUdmDpeyoYkLoOkFdy19NXlW . Pada playlist ini, akan selalu di-update video perkuliahan terbaru yang telah selesai diproduksi.

Ismunandar mengaku tertarik untuk membagikan video perkuliahannya di kelas melalui media internet karena ingin berkontribusi pada penyediaan sumber belajar untuk mahasiswa. Harapannya, mahasiswa dapat mengulang lagi materi yang sudah diajarkan di kelas dengan mudah. Selain itu, beliau berharap tidak hanya mahasiswa saja yang melihat video ini, melainkan juga kalangan praktisi pendidikan dan akademisi yang terkait dengan Kimia. "Mudah-mudahan video ini juga dapat dimanfaatkan para guru Kimia, dosen, dan masyarakat luas. Dengan membuat pengajaran saya terbuka, harapannya akan ada kritik dan koreksi yang membangun untuk materi yang saya sampaikan dalam video tersebut," tutur Ismunandar.

Dalam pembuatan video perkuliahan ini, ada salah satu hal penting yang sangat diperhatikan oleh Ismunandar. Menurutnya, dalam penyajian video tersebut harus terbebas dari penggunaan bahan-bahan yang dilindungi hak cipta. "Akibatnya, banyak gambar dan tabel yang berasal dari buku harus saya hilangkan," aku Ismunandar. Beliau berharap untuk pembuatan video-video selanjutnya, akan lebih banyak ilustrasi yang dibuat dengan karya beliau sendiri.