Multi Kampus

Latar belakang

Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia senantiasa berupaya untuk terus mengembangkan dirinya agar tetap dapat berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, ITB telah menetapkan Rencana Induk Pengembangan (RENIP) 2006–2025 sebagai landasan pengembangannya. Dokumen ini kemudian diturunkan dalam rencana yang lebih rinci yaitu Rencana Strategis (RENSTRA) ITB 2011–2015 yang menjadi acuan bersama dalam pengembangan ITB lima tahun ke depan.

Dalam RENSTRA ITB 2011-2015 telah dijabarkan program-program strategis yang perlu dilaksanakan ITB, dengan memperhatikan kondisi internal ITB saat ini, di mana terdapat kekuatan dan kelemahan, serta kondisi eksternal ITB yang ditandai dengan berbagai isu penting yang dapat menjadi peluang maupun ancaman untuk ITB dalam mencapai visinya sebagai universitas riset terpandang di Asia yang dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Kebijakan pengembangan merupakan bagian dari Strategi Jangka Panjang ITB untuk mencapai visi sesuai RENIP ITB. Kebijakan ini juga merupakan elemen dari misi ITB untuk mewujudkan ITB sebagai lembaga penelitian teknologi dan institusi pendidikan yang terkemuka di Indonesia dan di kawasan Asia Pasifik menuju ITB sebagai World Class University ( WCU ) di masa mendatang. Tujuan utama pengembangan multikampus adalah untuk meningkatkan peran ITB dalam membangun riset ke depan dan berkontribusi untuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas (teknologi) dalam skala regional maupun nasional.

Selaras dengan hal tersebut, ITB telah merencanakan pengembangan beberapa kampus meliputi Kampus ITB-Ganesha (ON-G), Kampus ITB-Jatinangor dan Kampus ITB-Bekasi (OFF-G). Kampus ITB-Ganesha merupakan kampus induk yang telah ditetapkan perannya sebagai Kampus Heritage yang menjadi simpul kerjasama ITB dengan kekuatan akademik nasional dan internasional. Kampus ITB-Jatinangor ditetapkan sebagai kampus yang memprioritaskan pada pengembangan penelitian dan pendidikan yang berkontribusi pada pengembangan sosial ekonomi Jawa Barat, dan Kampus ITB-Bekasi ditetapkan sebagai kampus yang mewadahi fasilitas pengembangan program pendidikan yang mendukung industri dan mempertemukan riset terapan dengan industri.

Tujuan

Perencanaan Masterplan Fisik ITB ini ditujukan untuk memberikan arahan dan pedoman bagi kegiatan yang terkait dengan perencanaan fisik-spasial, pembangunan sarana dan prasarana termasuk penataan lanskap beserta elemen-elemen pelengkapnya. Pedoman ini disusun agar kampus–kampus yang dikembangkan dapat berfungsi optimal sebagai area kampus yang aman dan nyaman sehingga dapat mendukung proses pembelajaran semaksimal mungkin.

Lingkup Perencanaan

Adapun lingkup perencanaan yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Penataan bangunan baik eksisting maupun bangunan baru, yang berisi panduan tentang bagaimana membentuk citra kampus dan mempertahankan konsep-konsep yang telah digariskan dalam perencanaan sebelumnya (untuk Kampus ITB-Ganesha dan ITB-Jatinangor)
  • Penataan Sirkulasi dan Parkir, yang berisi uraian tentang konsep pengendalian lalu lintas di sekitar dan di dalam kampus, konsep penataan sistem sirkulasi termasuk upaya menggalakkan pemakaian sepeda dan angkutan umum serta program lain yang mendukung terciptanya eco- campus
  • Penataan Sistem Utilitas Kampus, yang berisi uraian tentang prinsip sustainabilitas dalam perencanaan dan keterkaitannya dengan pengelolaan air bersih, drainase dan utilitas lainnya
  • Penataan Sistem Sarana Ruang Luar, yang berisi panduan perencanaan rancangan sistem penerangan, sistem penanda (signage), sistem publikasi, pengelolaan kantin dan kios, dan perabot lanskap lainnya seperti tempat sampah, tempat duduk, dan lain-lain
  • Penataan Sistem Lanskap dan Tata Hijau, yang berisi panduan tentang perencanaan, perancangan, dan pengelolaan lanskap kampus termasuk vegetasinya baik berupa pohon, semak, dan tanaman penutup

Kampus yang direncanakan meliputi 3 (tiga) lokasi, yaitu ITB-Ganesha, ITB- Jatinangor, dan ITB-Bekasi.

Kampus ITB-Ganesha
Kawasan tersebut terdiri dari beberapa area yang lokasinya berpencar di sekitar wilayah Kecamatan Coblong, yang meliputi: lahan utama Kampus ITB di Jl. Ganesha, Kompleks bekas Asrama Mahasiswa di sekitar Jl. Ganesha dan Jl. Skanda, Kompleks Masjid Salman dan Pusat Pelayanan Kesehatan di Jl. Gelap Nyawang, Kompleks Rektorat ITB di Jl. Tamansari, dan Kompleks Balai Pertemuan Ilmiah (BPI) ITB di Jl. Surapati. Yang dimaksud dengan Masterplan Kampus ITB-Ganesha ini adalah area yang berada di Kampus Utama Jl. Ganesha 10 Bandung dan Lahan Pemerintah Kota/ ITB di Sabuga dan Saraga. Kedua area tersebut merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Kampus ITB-Jatinangor
Kampus ini berada di Kaki Gunung Manglayang dengan potensi pemandangan ke Wilayah Bandung Selatan. Lokasi juga berbatasan dengan Kampus IKOPIN dan berdekatan dengan Kampus IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) dan Kampus UNPAD (Universitas Padjadjaran).

Kampus ITB-Bekasi
Lahan kampus ITB-Bekasi berada di koridor Kawasan Industri Bekasi- Cikampek; ditepi jalan Tol Jakarta-Cikampek, berjarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari Bandung dan dari Jakarta.