ITBTalks : Menyapa Sivitas Akademika

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama, ijinkan saya sampaikan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1441 H bagi yang menunaikannya.

Hari ini, sudah kurang-lebih dua bulan kita melakukan berbagai pembatasan aktivitas di kampus, menjalankan social distancing dan work from home, sebagai upaya kita bersama untuk mencegah meluasnya wabah penyakit virus korona COVID-19. Sudah lebih dari dua bulan Pemerintah Indonesia, beserta berbagai komponen bangsa dan seluruh rakyat Indonesia, menempuh berbagai langkah untuk mengatasi wabah tersebut. Di kancah yang lebih luas, berbagai bangsa dan negara di dunia juga tengah bergelut mengatasi pandemi COVID-19.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 tidak sebatas menimbulkan krisis kesehatan, tetapi juga menimbulkan krisis sosial dan ekonomi yang meluas. Berbagai langkah untuk mencegah penyebaran (containment) COVID-19 memang sudah mulai menunjukkan hasil. Meski demikian, ada dampak-dampak sosial-ekonomi yang perlu untuk ditangani. Selama vaksin yang teruji masih belum dihasilkan dan diproduksi secara masal, upaya-upaya untuk melakukan pemulihan kondisi sosial-ekonomi masih akan terbatas.

Sampai hari ini, untuk menjaga kelangsungan kegiatan akademik, ITB telah menjalankan sistem pembelajaran digital atau daring, dan memberikan dukungan sarana kepada para mahasiswa untuk tetap bisa mengikuti pembelajaran digital tersebut secara optimal. Para dosen telah memberikan berbagai kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran tersebut melalui pelaksanaan kelas-kelas digital/daring. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, para peneliti ITB telah bekerja keras untuk turut berkontribusi dalam penganganan COVID-19 mulai dari penyusunan model-model prediksi, pengembangan sarana uji infeksi virus, hingga pembuatan berbagai peralatan perlindungan terhadap infeksi virus. Para alumni ITB pun turut ambil bagian dalam memberikan berbagai bentuk bantuan bagi para mahasiswa. Atas kiprah dan kontribusi dari segenap civitas akademita ITB tersebut, saya sampaikan rasa penghargaan dan terima kasih yang mendalam.

Ke depan, menurut hemat saya ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian kita bersama. Pertama, kita perlu melanjutkan pengembangan sistem pembelajaran digital/daring sebagai upaya transformasi dari sistem pembelajaran konvensional yang selama ini kita adopsi. Sistem pembelajaran digital/daring tentunya bukan merupakan pengganti dari sistem pembelajaran konvensional. Tetapi dengan sistem pembelajaran digital/daring akan memperkaya proses pembelajaran, serta memperluas outcome dan dampak dari sistem pembelajaran ITB.

Ke dua, berbagai kontribusi para peneliti ITB dalam penganganan COVID-19 menunjukkan bahwa ITB memiliki potensi yang besar dalam bidang iptek medis (medical science & technology). Di sisi lain, kita melihat bahwa bangsa Indonesia masih sangat terbatas dalam kemampuannya di bidang iptek medis tersebut. Dalam kondisi demikian, ITB memiliki potensi untuk memainkan peranan leading dalam penguatan ketahanan bangsa di bidang kesehatan dan medis. Selain ini, penelitian iptek di bidang kesehatan dan medis berpotensi membuka ruang yang luas untuk kerjasama penelitian internasional, dan memperkuat peranan ITB di tingkat regional (Asia).

Ke tiga, berkaitan dengan fase pasca-wabah COVID-19, berbagai daerah di Indonesia kini menghadapi tantangan untuk melakukan pemulihan di sektor-sektor produksi. Sektor pariwisata diduga tidak akan segera bisa pulih kembali, padahal banyak daerah bergantung pada sektor pariwisata tersebut. Kreativitas dan inovasi berbasis iptek dapat menawarkan peluang untuk mempercepat pemulihan sektor-sektor produksi yang lain. ITB memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi dalam merumuskan langkah-langkah pemulihan sektor-sektor produksi.

Demikian hal-hal yang yang ingin saya sampaikan kepada segenap sivitas akademika ITB. Saya percaya bahwa potensi dan kekuatan ITB berada pada seluruh sivitas akademika ITB. Dengan kebersamaan dan harmoni, kita akan sanggup lewati masa krisis ini, dan pada saat yang sama meningkatkan kontribusi kita kepada bangsa dan negara tercinta.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Bandung, 13 Mei 2020
Prof. Reini Wirahadikusumah
Rektor Institut Teknologi Bandung