Honoris Causa

Prof. Ben L. Feringa


Prof. Ben Feringa lahir di Barger-Compascuum, Belanda, pada tahun 1951. Ia memasuki Universitas Groningen, Belanda, pada tahun 1969, untuk gelar Master, dan meraih gelar Ph.D. program di universitas yang sama pada tahun 1974, di bawah bimbingan Prof. Hans Wijnberg. Dalam program ini, Ben bekerja pada beberapa proyek sintetis organik pada sintesis asimetri, dan yang lebih penting pada persiapan senyawa kiral - dan karenanya secara optik aktif - dari turunan alkena. Belakangan senyawa-senyawa ini disebut "alkena kental yang penuh sesak". Jelas bahwa sejak awal karirnya, Prof. Ben Feringa tertarik dengan stereokimia. Selain mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari ITB, Prof. Ben Feringa juga menerima posisi kehormatan dan prestisius di sejumlah masyarakat di negara-negara Eropa.



Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc.


Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. merupakan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo sejak 23 Oktober 2019. Beliau lahir di Surakarta pada tanggal 5 November 1954 dan menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada tahun 1979, serta menyelesaikan pendidikan Master dan Doktor dalam bidang Teknik Sipil pada tahun 1989 dan tahun 1992 di Colorado State Universiy, Amerika Serikat dalam bidang pengutamaan Sumber Daya Air. Pada tahun 2019, Dr. Basuki Hadimuljono mendapatkan sertifikat Insinyur dari Program Studi Program Profesi Insinyur ITB.


Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, SE


Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, SE atau yang akrab disapa JK merupakan wakil presiden Indonesia periode 2004-2009 serta periode 2014-2019. Pria yang lahir pada tanggal 15 Mei 1942 di Watampone, Sulawesi Utara ini merupakan anak kedua dari 17 bersaudara. Pada tahun 1977. Semasa mudanya, Kalla banyak menghabiskan waktu untuk berorganisasi kepemudaan seperti Pelajar Islam Indonesia (PII), Ketua HMI, Ketua Presidensium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni di Univesitas Hassanudin.
Karier beliau di bidang politik bermula pada tahun 1965 ketika JK terpilih menjadi ketua pemuda sekber golkar Sulawesi Selatan. Kemudian ia terpilih menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan pada tahun 1965-1968, anggota MPR pada tahun 1982-1987, Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 1999-2000 serta Menteri Kesejahteraan Rakyat Indonesia pada masa kepemimpinan presiden RI yang ke-5, Megawati Soekarnoputri. Setelah beberapa tahun menjabat menjadi Menko Kesra, beliau mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun 2014, beliau mencalonkan diri kembali sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.


Ir. Hatta Rajasa


Dr. (HC) Ir. Hatta Rajasa (lahir 18 Desember 1953) adalah seorang politisi dan birokrat yang berkiprah sejak era reformasi 2001 silam. Beliau menduduki beberapa pos kementerian seperti Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2001-2004, kemudian Menteri Perhubungan pada 2004-2007, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada 2007-2009 dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2009-2014.
Beliau yang merupakan lulusan Teknik Perminyakan ITB angkatan 1973 mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari ITB atas kontribusinya pada pengembangan kebijakan publik di Indonesia dalam kurun waktu 15 tahun. Beliau dianggap secara konsisten berusaha mewujudkan konektivitas Indonesia melalui serangkaian kebijakan publik yang dibuat selama menempati beberapa pos Kementerian tersebut. Penganugerahan gelar ini diberikan ITB pada 25 November 2019.


Ir. Theodore Permadi Rachmat


Theodore Permadi Rachmat (Oei Giok Eng) (lahir di Kadipaten, Majalengka, 15 Desember 1943; umur 75 tahun) atau lebih dikenal dengan TP Rachmat ialah seorang pengusaha dari Indonesia. Ia merupakan lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Awalnya, ia dikenal karena perannya sebagai ketua Grup Astra. Ia memulai karirnya sebagai salesman Astra pada tahun 1968, yang kemudian setelah lulus, ia masuk sebagai karyawan ke-15. Pada tahun 1972, ia dipercaya untuk memulai pekerjaannya mengelola United Tractors (anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang alat berat) hingga 2005.
Setelah Astra, ia mendirikan perusahaannya sendiri, Triputra Group, yang beroperasi di beberapa bidang seperti karet olahan, batubara, perdagangan, manufaktur, agribisnis, dealer sepeda motor dan logistik pada Oktober 1998. Selain itu, bersama dengan Edwin Soeryadjaya, sepupunya, ia memiliki andil besar dalam membesarkan perusahaan pertambangan batubara, PT Adaro Energy, di Kalimantan. Pada 2014, Forbes menempatkan Theodore Permadi Rachmat sebagai orang terkaya ke-14 di Indonesia.


Dra. Nurhayati Subakat, Apt.


Nurhayati Subakat merupakan seorang pengusaha kosmetik dari Indonesia. Ia adalah pendiri PT Pusaka Tradisi Ibu yang kini telah berubah menjadi PT Paragon Technology and Innovation, yang mengelola kosmetik Wardah (2002-2003), Make Over (2003), serta perawatan rambut Putri dan IX. Ia lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat, 27 Juli 1950. Pada tahun 1985, Nurhayati memulai bisnisnya dari industri rumah tangga dengan memproduksi produk sampo Putri. Setelah produk pertamanya sukses, ia mendirikan pabrik di Cibodas dan Tangerang. Selain sampo, saat ini produknya telah berkembang sampai ke perawatan kulit dan peralatan make-up. Ia diberi penghargaan oleh ITB pada 5 April 2019.


Prof. Finn Erling Kydland


Finn Erling Kydland ialah seorang ekonom dari Norwegia yang dikenal karena kontribusinya pada teori siklus bisnis. Ia adalah Profesor Ekonomi Henley di Universitas California, Santa Barbara. Ia juga memegang Richard P. Simmons Distinguished Professorship di Tepper School of Business, Carnegie Mellon University, tempatnya mendapatkan gelar Ph.D., dan posisi paruh waktu di Norwegian School of Economics (NHH). Kydland merupakan penerima bersama Hadiah Nobel Peringatan Ekonomi 2004, bersama Edward C. Prescott, "atas kontribusinya pada ekonomi makro yang dinamis: konsistensi waktu kebijakan ekonomi dan kekuatan pendorong di balik siklus bisnis." Ia lahir pada 1 Desember 1943, dan diberi penghargaan dari ITB pada 27 Februari 2019.


Prof. Peter Agre


Prof. Peter Agre ialah seorang dokter dan ahli biologi molekuler Amerika. Ia dilahirkan pada 30 Januari 1949 di Northfield, Minnesota. Prof. Agre menerima gelar sarjana dalam bidang Kimia dari Augsburg College di Minneapolis dan gelar masternya dari Fakultas Kedokteran John Hopkins, Baltimore, Maryland. Pada tahun 2003, ia menerima Hadiah Nobel dalam bidang Kimia untuk penemuan tentang saluran di membran sel. Prof. Agre juga menerima banyak penghargaan profesional lainnya, seperti Bloomberg Distinguished Professor di Universitas John Hopkins, terpilih sebagai anggota National Academy of Sciences (2000), American Academy of Arts and Sciences (2003), American Philosophical Society pada tahun 2004, Nasional Academy of Medicine (2005), American Society for Microbiology (2005) dan Honorary Doctor from dari ITB (2017) untuk dedikasinya dalam bidang Biokimia dan kemanusiaan.


Prof.Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono


Prof.Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang politisi dan juga seorang Jenderal militer yang menjadi Presiden Indonesia dari 2004 - 2014. Ia dilahirkan pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Ketika dia berada di kelas lima SD, Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Akademi Tentara Nasional Indonesia (AKABRI) dan terinspirasi untuk menjadi seorang prajurit. Karena ayahnya juga seorang tentara Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono berencana untuk bergabung dengan Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia segera setelah ia lulus SMA. Selama pendidikannya di Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia, ia menerima penghargaan Adhi Makayasa yang diberikan kepada lulusan terbaik setiap tahunnya. Karena pendidikannya yang tinggi dan dedikasi yang terencana, ia merambah karir di dunia politik sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Pemimpin Partai Demokrat, dan terakhir menjadi Presiden Indonesia ke-6.


Dr (HC) Ir. Arifin Panigoro


Dr (HC) Ir. Arifin Panigoro adalah salah satu alumni ITB yang sukses menjalankan bisnis di industri minyak dan gas. Ia lulus dari Teknik Elektro ITB pada tahun 1973 dan menjalankan bisnis pertamanya, CV. Corona yang berfokus pada instalasi listrik. Selama 1979-1981, industri minyak mulai booming di Indonesia. Arifin melihat bahwa ini adalah kesempatan yang baik dan mulai mendirikan perusahaan lokal di ladang minyak dan gas bernama MEDCO. Sekarang, MEDCO telah menjadi bisnis yang terintegrasi, mulai dari eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, jasa pengeboran, produksi metanol, LPG, dan Pembangkit Listrik. Ini juga tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi telah menyebar di berbagai negara seperti Kamboja, Timur Tengah, Teluk Meksiko, dll.


Prof.Dr. Emil Salim


Emil Salim dan dunia lingkungan sepertinya tidak dapat dipisahkan. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, intelek, dan mantan politisi Indonesia. Emil Salim lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1959. Ia memperoleh gelar PhD di bidang Ekonomi dari Universitas California, Berkeley, dan kembali ke Indonesia sebagai pengajar di Universitas Indonesia. Pada tahun 1977, ia diangkat sebagai Profesor Pembangunan Ekonomi di Universitas Indonesia. Dia membantu membangun fondasi sistem ekonomi Indonesia, dan kemudian dipercaya untuk menjadi menteri Kementerian Lingkungan Hidup pertama di Indonesia. Dia juga berkontribusi dalam pembuatan UU No. 4/1982 tentang peraturan inti masalah lingkungan. Hukum ini menjadi hukum pertama tentang masalah lingkungan. Beliau selalu berjuang untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia, untuk menyelaraskan pembangunan bangsa dengan masalah lingkungan, dan ekonomi dengan ekologi. Kontribusinya yang sangat besar dalam pengembangan internasional membuatnya mendapatkan banyak penghargaan bergengsi. Dia adalah penerima Zayed Prize untuk tindakannya yang memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat. Ia juga dianugerahi Blue Planet Prize oleh Asahi Glass, penghargaan untuk orang-orang yang berkontribusi besar bagi lingkungan. Dia juga mendapat penghargaan The Leader for the Living Planet Award dari WWF atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusinya pada upayanya yang besar dalam konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Dr.Ir. Hartarto Sastrosoenarto


Dr.Ir. Hartarto Sastrosoenarto adalah mantan Menteri Perindustrian di era Orde Baru. Sebagai Menteri Perindustrian, ia mengembangkan dan memperkuat industri kimia dan pupuk di Indonesia, dan sebagai hasilnya, banyak bermunculnya pabrik kimia. Dr. Ir. Hartarto Sastrosoenarto memelopori pembuatan UU No. 5/1984, Undang-Undang untuk Pengembangan Industri. Ia menjadi Menteri Perindustrian selama dua periode, dan berhasil meningkatkan kontribusi sektor industri terhadap total PDB nasional menjadi 28%. Dr. Ir. Hartarto Sastrosoenarto dikenal sebagai pekerja keras dengan visi untuk membuat industri Indonesia mandiri, dan sering disebut sebagai 'Bapak Industri Indonesia.'


Dr. Soetarjo Sigit


DR. Soetarjo Sigit merupakan salah satu figur penting dalam perkembangan industri pertambangan Indonesia. Di tengah keraguan Soekarno akan perkembangan sektor tambang Indonesia, Sigit meyakinkan beliau akan potensi besar yang dimiliki pertambangan mineral dan batu bara bagi perekonomian Indonesia. Pada tahun 1967, ia memulai sistem Kontrak Karya. Lalu pada 1975, ia mempercepat laju pertumbuhan industri pertambangan batubara Indonesia dengan mengeluarkan Perjanjian Kerjasama Konsesi Penambangan Batubara. Pengetahuan dan keahlian Dr. Soetarjo Sigit yang luas tentang dunia pertambangan Indonesia membuatnya dikenal sebagai “Kamus Hidup Industri Mineral Indonesia dalam 50 Tahun Terakhir” di antara rekan-rekannya. Meskipun ia telah pensiun sebagai Direktur Jendral Penambangan Umum di Kementrian Pertambangan dan Energi, Dr. Soetarjo Sigit masih tertarik untuk menjembatani kepentingan pemerintah dengan investor industri pertambangan. Beliau juga merupakan pendiri dan ketua pertama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Beliau telah wafat pada tahun 2014 lalu, namun peninggalannya akan selalu dikenang.


Prof. Dr. Ir. J. Rooseno


Prof. Dr. Ir. Roosseno yang lahir pada 2 Agustus 1908 merupakan pelopor konstruksi beton di Indonesia. Nama Roosseno selalu dikaitkan dengan teknik sipil Indonesia. Beliau adalah penerjemah utama gambar dan desain desainer bangunan dalam bentuk struktur pada masanya. Roosseno lulus dari ITB pada tahun 1932, dan memulai karirnya di bidang kewirausahaan di Bandung dengan mendirikan Roosseno dan Biro Insinyur Soekarno di Jalan Banceuy pada tahun 1933. Selama masa pemerintahan Presiden Soeharto, Roosseno dipercaya untuk menangani proyek-proye besar seperti restorasi Cnadi Borobudur dan penyelesaian Masjid Istiqlal. Pada tahun 1962, Pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar Satya Badge atas kontribusi beliau pada pebangunan Kompleks Asian Games Senayan. Pengahrgaan lainnya adalah Doctor Honoris Causa di bidang Teknik yang beliau dapat dari ITB pada 1977. Di Juli 1984, Roosseno menerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah yang diberikan langsung oleh Presiden Soeharto. Predikat Bapak Beton Indonesia juga diberikan kepada Roosseno. Beliau banyak berkontribusi di proyek-proyek penting di Indonesia. Walaupun beliau telah wafat, namun kontribusi dan karyanya akan selalu diingat.


Dr.Ir.Sedyatmo


Prof. Dr. Ir. R. M. Sedyatmo adalah salah satu pemimpin insinyur sipil Indonesia, praktisi, saintis, dan professor di Institut Teknologi Bandung (ITB). Beliau lahir pada 24 Oktober 1909, dan lulus dari ITB pada 1934. Pada 1962, Sedyatmo dikenal sebagai inventor dari “Pondasi Cakar Ayam”. Keuntungan dari sistem ini telah menarik perhatian dari banyak pihak internasional serta mendapat patend ari 11 negara. Penemuan yang dapat diaplikasikan dalam kondisi alam yang sulit dengan sistem kerja yang sederhana, cepat, padat karya dan murah membuktikan bahwa dalam menghasilkan karya inovatif, Sedyato juga selalu mengedepankan intuisi dan pengaatan yang cermat terhadap lingkungan sekitar. Karena kontribusinya, ITB memberikan gelar Doktor Honoris Causa di bidang Sains dan Teknik pada tahun 1974.


Dr. Ir. H. Soekarno


Dr. Ir. H. Soekarno adalah presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 1945 hingga 1967. Beliau lulus dari ITB pad tahun 1926. Beliau telah menginspirasi Korps Insinyur Indonesia untuk bersaing dalam partisipasi pembangunan nasional serta turut berkontribusi pada prosesnya, beliau juga merintis dan memimpin realisasi proyek-proyek vital dengan melakukan evaluasi yang tepat. Selain itu, beliau juga berkontribusi dalam perencanaan dan implementasi Monumen Nasional yang dibangun di Lapangan Merdeka di Ibukota. Sebagai seorang arsitek, membawa suasaua teknik modern, di mana para teknisi, khususnya insinyur, memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaan mereka dala masalah-masalah teknis terkini. Karena kontribusinya, beliau menerima Doctor Honoris Causa untuk beberapa bidang studi berbeda. ITB memutuskan untuk memberi beliau gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Teknik pada 27 Januari 1962.