Perempuan sebagai Penggerak Inovasi: ChEFB-InspireFest V.02 Soroti Peran Strategis di Dunia STEM dan Industri
Oleh Vito Egi Nandriansyah - Teknik Geofisika, 2021
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Seminar ChEFB-InspireFest V.02 yang mengusung tema “ChE-Woman in Science, Engineering & Enterprise” digelar di Aula Timur, ITB Kampus Ganesha. Acara ini menghadirkan berbagai tokoh perempuan inspiratif dari kalangan akademisi dan industri untuk membahas peran strategis perempuan dalam mendorong inovasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Ir. Tirto Prakoso, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa perempuan tidak lagi hanya menjadi partisipan, melainkan telah menjadi penggerak utama dalam perkembangan STEM. Hal ini selaras dengan visi FTI ITB yang unggul secara akademik, juga mendorong sensitivitas sosial serta kontribusi nyata yang berdampak luas, baik di tingkat nasional maupun global.
Seminar ini terbagi dalam tiga sesi yang membahas keterkaitan antara sains, industri, dan keberlanjutan. Sesi 1 mengangkat topik “STEM in Industry and Innovation” yang menyoroti bagaimana ilmu keteknikan dapat diimplementasikan menjadi produk inovatif bernilai guna.
Ir. Anita Fajrin, S.T. dari ParagonCorp menyampaikan bahwa industri kosmetik menjadi sektor yang sangat menjanjikan karena kebutuhan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa lulusan teknik ITB tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi yang baik untuk dapat beradaptasi di dunia industri profesional.
Sementara itu, Ir. Angelica Tanisia Jozar, S.T. dari PT Avia Avian Tbk. mengatakan bahwa hampir seluruh inovasi di luar ciptaan Tuhan merupakan hasil dari pemikiran berbasis STEM. Ia menambahkan bahwa kreativitas yang didukung oleh kepemimpinan serta kemampuan membangun relasi menjadi kunci dalam menciptakan produk bernilai. Selain itu, pengalaman di luar lingkup pekerjaan utama juga dinilai penting untuk memperluas perspektif, terutama dalam membangun kapasitas kepemimpinan yang komprehensif.

Sementara itu, sesi 2 mengangkat tema "TEKANITA Talkshow – The Industry and Innovation", yang menghadirkan diskusi interaktif mengenai peran perempuan dalam dunia profesional. Dalam sesi ini, para pembicara membagikan pengalaman serta refleksi terkait tantangan dan peluang perempuan di sektor industri.
Ir. Evi Afiatin, M.Sc., MAF., CPA dari PT Surveyor Indonesia menekankan bahwa latar belakang STEM membentuk pola pikir yang terstruktur, berbasis data, serta sistematis. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan karakter yang kuat. “Kalian tidak akan kalah dengan AI ketika tetap menjadi manusia yang utuh,” ujarnya, menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Diskusi ini juga menghadirkan Arlyza Eka Wijayanti, S.T., MBA dari PT Pupuk Kujang, Filda C. Yusgiantoro, S.T., MBA, MBM, Ph.D. dari Purnomo Yusgiantoro Center, serta Ir. Tanti Sofia Rosyid, S.T., M.T., IPM, FS Eng. dari Kangean Energy Indonesia. Para pembicara menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam mendorong inovasi industri, sekaligus membawa perspektif kepemimpinan yang adaptif dan inklusif.

Adapun sesi 3 mengangkat tema “Sustainable Engineering & Women in STEM” yang menghadirkan akademisi dari University of New South Wales, Prof. Cordelia Selomulya, Ph.D. dan Prof. Rose Amal, Ph.D. Sesi ini menyoroti kontribusi perempuan dalam pengembangan solusi berkelanjutan melalui riset dan inovasi di bidang teknik kimia.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan peluncuran Grow Beyond Yourself Program, sebagai inisiatif lanjutan untuk mendorong pengembangan kapasitas diri, khususnya bagi perempuan di bidang STEM.
Melalui ChEFB-InspireFest V.02, diharapkan semakin banyak mahasiswa, khususnya perempuan, yang terdorong untuk berani mengambil peran strategis dalam dunia sains, teknik, dan industri, serta berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.
.jpeg)




