Mahasiswa ITB Kenalkan Hidroponik kepada Anak-anak Rumah Belajar Binaan, Tanamkan Kepedulian Pangan Sejak Dini
Oleh Azka Zahara Firdausa - Rekayasa Hayati, 2022
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
RANCAEKEK, itb.ac.id – Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian “Agrapana” ITB dan Skhole ITB mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat tentang edukasi hidroponik, Sabtu (25/04/26). Kegiatan ini dihadiri 30 anak rumah belajar binaan Skhole, yaitu RA-TPA Nafilatul Husna, di Kampung Babakan Loa, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dibersamai oleh Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB yang turut mendukung adanya inovasi pertanian berkelanjutan lewat hidroponik.
Ketua BSO Agrapana, Susilo Eko, menyampaikan edukasi hidroponik ini sebagai upaya inovasi pertanian yang lebih efisien di lahan yang terbatas. Kegiatan ini juga mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda agar menciptakan kepedulian terhadap ketahanan pangan di masa depan.
“Kegiatan ini pun dilakukan sebagai implementasi dari keilmuan Rekayasa Pertanian dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami, agar tidak hanya dipelajari oleh mahasiswanya, tetapi juga dapat direalisasikan oleh masyarakat,” ujar Eko.

Dalam acara ini dilaksanakan pematerian oleh 14 mahasiswa dari HIMAREKTA “Agrapana” ITB dan 16 mahasiswa dari Skhole ITB. Selain bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan ini juga melatih mahasiswa untuk menyampaikan hal yang dipelajari secara langsung agar dapat mudah diterima berbagai kalangan.
.jpg)
Selanjutnya, peserta melakukan praktik budidaya hidroponik vertikal yang dipimpin Susilo Eko.
Selain untuk budidaya tanaman, media hidroponik dapat dijadikan media pembelajaran anak-anak di rumah belajar. Contohnya praktik instalasi hidroponik di tempat gelap dan tempat dengan paparan sinar matahari yang baik untuk menentukan penerapan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. Simulasi hidroponik ini pun diharapkan dapat diterapkan oleh para orang tuanya di rumah, agar tercipta kemandirian pangan dengan bahan pangan yang relatif lebih sehat.
.jpeg)





