Pertamina Goes to Campus: Arena Inovasi Energi Hingga Pemberdayaan UMKM

Oleh Anggun Nindita

Editor -


BANDUNG, itb.ac.id - Pertamina bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengadakan Pertamina Goes to Campus (PTGC) pada Senin (6/4/2024) di ITB Kampus Ganesha, Bandung.

Acara ini terdiri dari 3 rangkaian mata acara utama. Mata acara pertama adalah Energizing Talks, yang mencakup rangkaian keynote speech, diskusi panel, dan Innovation Insights pada sektor energi, teknologi, ekonomi, pemberdayaan sosial, dan komunikasi.

Energizing Talks ini terbagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 mengangkat tema “Pertamina & Academia: Empowering Sustainable Energy Transition” dengan menghadirkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., dan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo sebagai pembicara.

“Energi harus terjangkau, baik dari kemudahan mendapatkannya, maupun keterjangkauan dari segi harga. Misi ini harus dikolaborasikan dengan berbagai pihak, termasuk akademisi," tutur Nicke dalam sambutannya.

Tidak kalah menarik, pada sesi 2 dihadirkan Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Ery Sugiharto, CEO & Co Founder Chickin Indonesia Tubagus Syailendra, serta aktris sekaligus influencer Tasya Kamila. Sesi ini mengangkat tema “Energizing Future Leaders: Unlocking Human Potential”.
Mata acara kedua adalah Pertamina Exhibition Clusters. Agenda ini merangkum penampilan area, kegiatan aktivasi program atau unit bisnis Pertamina, dan prestasi perguruan tinggi dalam bentuk booth atau paviliun. Penampilan terbagi ke dalam 3 kluster: Information Center, Innovation, dan Collaboration Center.

Exhibition Clusters diselenggarakan di Lapangan Cinta ITB Kampus Ganesha. Di sana terdapat 6 paviliun dari kluster information center, 5 booth dari innovation, dan kluster collaboration center membuka 5 booth. Beberapa unit serta lembaga penelitian yang ada di ITB pun turut membuka booth-nya di sini, salah satunya adalah Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB.

LPIK ITB memang secara aktif menaungi dan menginkubasi inovasi-inovasi dari start up baik yang dikembangkan oleh mahasiswa, dosen, maupun akademisi ITB lainnya. Selain itu, LPIK ITB juga membantu dalam bidang pendanaan, pitching, marketing, serta memfasilitasi untuk pengembangan dan penelitian dari inovasi yang ditawarkan.

Produk unggulan yang dipamerkan pada exhibition kali ini, ialah bio-mate (gas dan kompos dari limbah biomassa menggunakan starter mikroba sebagai agen pengomposan), water filter yang menggunakan teknologi membran sehingga membantu mengatasi kesulitan air bersih dan layak minum. Selain itu ada pula motor bertenaga listrik yang dikembangkan oleh dosen Teknik Mesin ITB berkolaborasi dengan dosen maupun mahasiswa ITB lainnya.


Selain itu, pada paviliun terdapat inovasi dari pihak Pertamina Foundation. Kemudian terdapat kegiatan tanggung jawab sosial dari Pertamina, yang mengembangkan inovasi aerasi pada tambak udang. Hal yang menarik adalah, sumber tenaga dari sistem alat aerasi ini bukanlah bahan bakar fosil, melainkan dari tenaga surya yang merupakan sumber energi alternatif.

Kluster lain, seperti Collaboration Center menghadirkan booth-booth UMKM lokal yang dibina oleh Pertamina. Salah satunya adalah UMKM cilok goreng (cigor) dan brownies panggang Bandung.

“Kami sudah dibina selama 3 tahun, dari mulai pemberian dana, pelatihan, dan koneksi/kesempatan membuka booth saat ada event-event seperti ini (Pertamina Goes To Campus),” ujar Hera, salah seorang pelaku UMKM.

Mata acara ketiga dari rangkaian kegiatan Pertamina Goes To Campus ini adalah Sustainability Competition. Perlombaan ini dibagi menjadi 2 kategori, essay competition dan video competition. Kompetisi ini diharapkan dapat membangkitkan antusiasme mahasiswa khususnya terkait sektor energi.

Reporter: Qonita Aulia Rahmatullah (Teknik Pangan, 2022)


scan for download