Buat Masker Cerdas dari Limbah, Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional

Oleh Najwa Zati Hulwani - Biomanajemen, 2025

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

Anggota Tim Uri Benu pada penganugerahaan SBE UISC 2025, Sabtu (11/10/2025). (Dok. Shinta)

BANDUNG, itb.ac.id- Lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Program Studi Teknologi Pascapanen meraih Juara 1 dalam ajang Product Innovation Bioleague 2025, kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Society for Biological Engineering Universitas Indonesia Student Chapter (SBE UISC). Tim bernama Uri Benu ini sukses menyisihkan peserta lain dengan menghadirkan inovasi pHORIA, masker cerdas berbahan dasar limbah yang ramah lingkungan. Mereka adalah Rizka Nur Maulani, Shinta Puspita Rachmawati, Raisya Salma Maheswari, Panji Lintang Muqitta dan Gabriela Sinta Wirawati.

Mengusung konsep “waste to wonder innovation”, Tim Uri Benu memperkenalkan inovasi pHORIA yang merupakan smart dry sheet mask yang mampu mendeteksi sekaligus menyeimbangan pH kulit secara alami. Produk ini dibuat dari bacterial cellulose hasil fermentasi limbah cair tahu sebagai bahan dasar masker. Masker tersebut juga diperkaya dengan ekstrak kulit bawang merah yang mengandung antosianin sebagai indikator pH alami serta ekstrak ampas teh yang berperan sebagai agen penyeimbang pH sekaligus sumber antioksidan alami.

Motivasi mereka dalam mengikuti kompetisi ini untuk membuktikan bahwa inovasi kosmetik bisa tetap fungsional tanpa mengorbankan aspek keberlanjutan. “Inovasi ini membuktikan bahwa kosmetik bisa tetap fungsional tanpa mengorbankan keberlanjutan. Kami ingin menciptakan produk yang tidak hanya efektif untuk kulit, tapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi,” ungkap Rizka.

Hasil karya tim Uri Benu, inovasi smart dry sheet mask pHORIA untuk mendeteksi dan menyeimbangkan pH kulit.

Keberhasilan ini bukan akhir bagi perjalanan inovasi pHORIA. Tim Uri Benu berencana untuk melanjutkan pengembangan produk hingga tahap validasi formula dan uji aplikasi pada kulit. Mereka juga berharap dapat bekerja sama dengan lembaga riset atau inkubator kampus guna membawa inovasi ini ke tahap komersialisasi.

“Tren eco-friendly dan smart skincare sedang naik di pasar global. Potensi pHORIA sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan jika memungkinkan bisa berkolaborasi dengan perusahaan besar,” ujar Shinta.

Melalui prestasi ini, Tim Uri benu berharap dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan mampu menciptakan solusi nyata yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan.

#itb berdampak #kampus berdampak #itb4impact #diktisaintek berdampak #prestasi mahasiswa #prestasi nasional