Aura Biru

Kata Pengantar

Dalam rangka memperingati kelahiran ITB kami berinisiatif untuk mengumpulkan tulisan kenangan dari para pelaku sejarah ITB. Oleh karena itu, WRKS ITB kemudian mengundang para sesepuh dan pelaku sejarah ITB untuk menyumbangkan tulisan. Tanggapan yang kami terima, sangat membesarkan hati kami.


Selain tulisan yang secara langsung merupakan tanggapan atas undangan kami, ada dua tulisan (dari Iskandar Alisyahbana [alm.] dan TM Soelaiman) yang kami pilih dari sekian banyak tulisan beliau untuk kami masukkan juga dalam buku ini. Beberapa tulisan juga merupakan adaptasi dari tulisan penulisnya yang telah dimuat di tempat lain, adaptasi dilakukan oleh Aman Mostava berdasarkan tulisan tersebut yang telah dilengkapi wawancara dengan penulisnya.

AURA BIRU merupakan judul yang kami pilih untuk membingkai BUKU KENANGAN ini. Judul terbaik dari sekian banyak yang terlintas dan muncul sebagai pilihan. Mengapa AURA? Karena AURA, dapat diartikan sinar. Cahaya wajah dari para pelaku sejarah yang mempunyai kharisma. Aura juga berkaitan dengan aurum (emas), jadi ada juga kaitan dengan Dies Emas ITB. Kami terinspirasi dari judul yang digunakan oleh Prof. Pirous. Kenapa BIRU? Biru kami pilih, karena biru adalah warna khas ITB. Pemandangan jauh ke depan, seperti gunung, berwarna biru. Itu menandakan ITB berpikir ke masa depan. Biru, juga mempunyai panjang gelombang amat energetik.

Kata aura kami pakai dalam penjudulan kelompok buku juga:

Kelompok A, kami beri judul Aura dan Simbolisme ITB, yang antara lain berisi kisah tentang lahirnya Lambang Ganesha, Piagam Peresmian ITB, Prasasti Peresmian ITB, maupun lagu perpisahan Sarjana. Kelompok B, kami beri judul Aura ITB untuk Bangsa, yang antara lain berisi tulisan tentang ITB dalam Semangat Tujuh Puluhan, ITB untuk Kepentingan Bangsa. Kelompok-kelompok selanjutnya adalah kenangan dalam menyemai dan menyuburkan program-program pendidikan, mulai dari pendidikan matematika dan sains, teknik, ilmu dan teknik kebumian, seni dan desain serta perencanaan. Kelompok ini kami beri judul Mengaur dan Menyuburkan Benih Pendidikan. Mengaur dalam kamus bahasa Indonesia berarti menabur, kami pakai juga untuk menimbulkan rima dalam nama-nama judul. Kelompok selanjutnya E adalah Aurora, warna-warni perjalanan dan kesan selama di kampus ITB. Terakhir di kelompok F, kami tampilkan tulisan-tulisan yang menapaki kembali prestasi yang telah diraih untuk mencanangkan ambisi ke depan. Untuk yang terakhir kali kami gunakan judul Aura ITB hingga kini dan Perannya Nanti.

Kami merasa menemukan kesulitan yang sangat besar, ketika ingin berusaha mengelompokkan tulisan-tulisan tersebut. Hasil pengelompokan yang kami sajikan di buku ini, merupakan hasil optimal, didasarkan atas kesamaan tema atau kesan kuat yang tersurat atau tersirat dalam tulisan. Kami merasa ada beberapa tulisan yang bisa saja dimasukkan kepengelompokkan yang kami lakukan untuk memudahkan pembaca mengikuti buku ini.

Kami ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Prof.Djoko Santoso, Rektor ITB, yang selalu memberikan dorongan untuk menyelesaikan buku ini. Kami memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada para penulis yang telah meluangkan waktu dan menyumbangkan tulisan. Terima kasih kepada Dr. Acep Iwan Saidi, yang telah menuliskan epilog buku ini.
Semoga para pembaca menikmati buku ini, lebih dari kenikmatan kami saat menyusun tulisan-tulisan ini menjadi buku.

Vivat ITB

Kampus ITB, 30 November 2009
Aman Mostavan, Ismunandar, Iman Sudjudi, B.Kombaitan

Download