Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

24 September 2014
Current weather
21.2 C
Humidity:79 %

Bandung, itb.ac.id - Pendidikan adalah sebuah hal utama yang harus terus dibenahi dan ditingkatkan untuk menjamin keberhasilan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu dasar dari berbagai usaha ITB dalam menjalankan dan mengembangkan sistem pendidikan nasional. Salah satu usaha yang dilakukan ITB adalah membebaskan uang pangkal bagi mahasiswa baru di tahun 2013. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Kadarsyah Suryadi dan Direktur Hubungan Masyarakat dan Alumni, Dr. Marlia Singgih kepada Kantor Berita ITB.

Pada tahun 2012, ITB menerapkan biaya pendidikan di muka sebesar 55 juta rupiah kepada para mahasiswa barunya. Bagaimanapun, berdasarkan data yang didapat tahun 2012 lalu, mahasiswa yang membayar penuh biaya pendidikan di muka hanya berjumlah 20% dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang diterima di ITB, dan 80% lainnya mendapatkan subsidi sebesar 0% - 80%. Artinya, untuk menempuh pendidikan di ITB, biaya yang dikeluarkan di muka disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orangtua dari calon mahasiswa baru tersebut. Selain itu, biaya kuliah per semester di ITB adalah 0 - 10 juta rupiah, bergantung pada keadaan ekonomi keluarga dari calon mahasiswa. Tujuannya agar tidak ada putra-putri Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan di ITB karena permasalahan ekonomi.


Langkah ITB untuk menghilangkan uang pangkal bagi mahasiswa baru di tahun 2013 merupakan tindak lanjut dari ketetapan yang dibuat oleh Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI) bahwa mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 dibebaskan dari uang pangkal. Penghapusan ini dikarenakan Bantuan Operasional PTN (BOPTN) yang diterima oleh PTN meningkat. Untuk ITB sendiri, BOPTN yang diterima pada tahun ini mencapai 175 miliar rupiah.


Sedangkan, untuk program beasiswa "Bidik Misi", 20% kuota dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang diterima di ITB tahun 2013 akan diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari ekonomi lemah. Dengan beasiswa ini mahasiswa akan menerima bantuan biaya kuliah dan juga biaya hidup yang memadai.


Keberadaan ITB sebagai perguruan tinggi yang berkualitas tapi tetap menjangkau seluruh kalangan pun diperkuat dengan keterangan yang dibuat oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga sempat menjabat sebagai Rektor ITB pada tahun 2005 - 2010, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., "ITB selama ini selalu dibilang menarik uang pangkal yang cukup mahal yaitu sekitar Rp 45 juta untuk tiap-tiap mahasiswa. Sementara itu, biaya per semesternya sendiri mencapai Rp 5 juta. Sebeneranya uang Rp 45 juta itu bukan uang pangkal, melainkan uang SPP yang dibayar di muka. Jadi kalau misalnya si anak DO di tahun pertama, uangnya dikembalikan, Apabila DO di tahun kedua, dikembalikan 50 persen. Kalau gagal di tahun keempat, dikembalikan 25 persen." kata Djoko.


Dengan keringanan biaya pendidikan yang diberikan oleh ITB sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tentunya semua pihak berharap bahwa tujuan mulia dari pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai.

Sumber foto: km.itb.ac.id