Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

22 September 2014
Current weather
20.4 C
Humidity:76 %

BANDUNG, itb.ac.id - ITB sebagai salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia selalu kebanjiran mahasiswa baru tiap tahunnya. Mahasiswa ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan dengan kondisi ekonomi yang berbeda-beda pula. Menyadari hal tersebut pihak ITB tentu tidak ingin membatasi kesempatan belajar anak Indonesia apalagi hanya terkendala masalah finansial. Berbagai fasilitas beasiswa pun disediakan bagi calon mahasiswa, mahasiswa baru dan juga mahasiswa lainnya yang menimba ilmu di ITB.

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia memang tidak bisa dipungkiri lagi. Namun bukan berarti masyarakat dengan kesulitan ekonomi tidak memiliki peluang untuk masuk ke gerbang pendidikan tinggi. Hal inilah yang disadari oleh Bidang Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB. Beasiswa biaya hidup, Biaya Penyelenggaraan Pendidikan yang dibayar di Muka (BPPM), dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per Semester (BPPS) adalah suatu opsi yang dapat menjadi solusi bagi kendala yang kerap kali ditemui oleh mahasiswa.

Khusus untuk calon mahasiswa, pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) menyediakan beasiswa Bidik Misi. Bantuan yang diberikan untuk peserta Bidik Misi adalah pembebasan BPPM 100% dan BPPS selama 8 semester (4 tahun kuliah tepat waktu). Setiap tahunnya ITB selalu mendapatkan kenaikan kuota. Dimulai dari tahun 2010 dengan kuota 450, kemudian di 2011 dengan kuota 700, dan di tahun 2012 dengan kuota 800.  "Mudah-mudahan tahun 2013 ini ada kenaikan lagi," ujar Nanan Hendayana Kepala Seksi Kesejahteraan LK ITB.

Beasiswa Bidik Misi terintegrasi dengan mekanisme ujian saringan mahasiswa baru. Di Tahun 2012 lalu, untuk peserta SNMPTN Undangan, pihak sekolahlah yang bertugas mendaftarkan siswa-siswanya yang dirasa membutuhkan bantuan bidik misi ini. Sedangkan untuk SNMPTN tulis, siswanya sendiri yang mendaftar mengajukan beasiswa Bidik Misi. Mekanisme pendaftaran ini tidak melalui ITB, melainkan langsung berhubungan dengan Dikti.

Para calon mahasiswa sepatutnya tidak merasa takut jika terkendala masalah finansial. Kuota yang dimiliki ITB sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memfasilitasi jumlah mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Menurut pengalaman Nanan, pada tahun 2012 jumlah pemohon yang berasal dari SNMPTN undangan dan tulis hanya berjumlah sekitar 500 orang dari kuota 800 orang yang disediakan pemerintah. "Untuk itu kami memiliki tim verifikasi untuk menyelidiki mahasiswa-mahasiswa yang sebenarnya juga membutuhkan bantuan bidik misi ini," papar Nanan. Mahasiswa yang memohon pembebasan biaya BPPM di tahun 2012 dapat diajukan untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi oleh ITB.

Tata Cara Pendaftaran

Untuk bisa mendapatkan beasiswa Bidik Misi, langkah awal yang harus dilakukan adalah dari pihak sekolah. Pendaftaran dapat diakses melalui situs http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id. Kemudian setelah melengkapi formulir, pihak sekolah merekomendasikan nama siswa-siswa yang mendapatkan beasiswa ini. Kemudian pihak sekolah akan mendapatkan kode akses dan nomor pendaftaran. Pendaftaran sekolah dapat dilakukan mulai tanggal 12 Desember 2012 hingga Agustus 2013.

Langkah selanjutnya, siswa-siswa terpilih dapat login ke situs Bidik Misi dengan menggunakan kode yang sudah diberikan. Pendaftaran siswa untuk SNMPTN PPA (jalur undangan) dapat dilakukan mulai 1 Januari - 6 Maret 2013. Setelah itu, siswa akan melakukan pengisian formulir biodata hingga pencetakan kartu pendaftaran. Setelah kelengkapan administrasi selesai, siswa selanjutnya akan menjalani program seleksi.

Dengan banyaknya bantuan yang ditawarkan baik oleh pemerintah dan pihak ITB, teman-teman dari seluruh penjuru Nusantara seharusnya tak lagi harus mengubur impiannya karena masalah finansial. "Jangan takut masuk ITB! Yang penting prestasi, bukan uang," tegas Budi Mulyadi selaku Kepala Subdirektorat Humas dan Alumni ITB.