Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

28 November 2014
Current weather
21.9 C
Humidity:92 %

Asteroid 2012 DA14 telah melintas di ruang angkasa di atas Sumatra, yang proyeksinya di muka Bumi menyapu jejak dari selatan menuju utara khatulistiwa. Arah lintasan seperti ini disebabkan oleh bidang lintasan (orbit) asteroid yang mempunyai kemiringan sekitar 10 derajat terhadap bidang orbit Bumi. Prediksi menunjukkan bahwa akibat jarak yang dekat ini, lintasan orbit asteroid akan dibelokkan oleh gravitasi Bumi, sehingga lintasannya di langit akan sedikit berubah. 

Asteroid 2012 DA14 adalah satu dari ribuan asteroid yang mengorbit Matahari pada daerah yang berdekatan dengan orbit Bumi. Asteroid ini merupakan salah satu asteroid dalam kelompok asteroid yang sampai saat ini diketahui memiliki anggota sekitar 1.400 asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi. Asteroid ini ditemukan pada Februari 2012 lalu, yang tidak lama kemudian hasil perhitungan memperlihatkan prediksi lintasan yang sangat dekat dengan Bumi pada 16 Februari 2013 WIB dini hari. Estimasi ukuran asteroid ini adalah antara 40 sampai 90 meter, namun belum diketahui jenisnya. Asteroid yang melintas dekat dengan Bumi umumnya termasuk jenis silikat yang materialnya lebih kukuh daripada jenis lainnya, yaitu karbon.

Pada Jumat (15/02/13) sekitar pukul 21.00 WIB, asteroid ini mulai muncul dari ufuk dengan lambat di arah selatan, namun masih redup. Kemudian dengan cepat asteroid ini akan melintasi langit pengamatan, hingga kecerlangannya mencapai 7,6 skala magnitudo pada Sabtu (16/02/13) sekitar pukul 02.30 WIB pada lokasi di atas kepala saat pengamatan. Asteroid ini bergerak dengan kecepatan sekitar 0,8 derajat per menit di langit; sangat cepat untuk gerakan obyek langit pada umumnya. Dengan kecerlangan 7,6 magnitudo, alat bantu seperti binokuler atau teleskop kecil sudah cukup untuk mengamati asteroid ini. Asteroid ini kemudian dengan cepat pula terbenam sekitar 4-5 jam kemudian di arah utara dengan kecerlangan yang semakin meredup.

Ketinggian lintasan terdekat asteroid ini diperkirakan berada pada 28.000 km, atau lebih dekat dengan rumpun satelit buatan yang mengangkasa pada daerah orbit geostasioner di sekitar 36 ribu km di atas khatulistiwa. Pemeriksaan lintasan ini menunjukkan bahwa asteroid tidak akan menabrak satelit pada daerah geostasioner tersebut. Lintasan asteroid ini pun tidak akan memasuki atmosfer, sehingga tidak memungkinkan terjadinya tabrakan dengan Bumi.

Kedatangan asteroid seperti 2012 DA14 ini membangkitkan minat untuk mengetahui dengan lebih baik berbagai besaran fisis yang dikandungnya, demikian pula untuk lintasannya di masa mendatang setelah dibelokkan oleh gravitasi Bumi. Prediksi oleh NASA JPL - Solar System Dynamics menunjukkan bahwa fenomena seperti ini akan berulang. Asteroid 2012 DA14 akan kembali menjumpai Bumi pada tanggal dan waktu yang sama tahun 2087, namun dengan jarak terdekat yang mencapai 5 kali jarak terdekatnya sekarang.

Sumber: KK Astronomi dan Observatorium Bosscha FMIPA-ITB

Sumber gambar: Earthsky.org dan USNews.com