Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

22 November 2014
Current weather
24.5 C
Humidity:87 %

BANDUNG, itb.ac.id - Ilmu dan seni menjaga kerahasiaan pesan atau yang disebut kriptografi saat ini telah berkembang pesat dalam dunia teknologi informasi. Hal ini disebabkan oleh eratnya hubungan antara kriptografi dan prinsip keamanan (security) baik itu keamanan pengaksesan data dan jaringan akses, serta lain sebagainya. "Ada irisan antara kriptografi dan security," ujar Nanda Firdausi Ahmad lulusan Teknik Informatika ITB yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan teknologi informasi ternama, Google.

Nanda menuturkan penting bagi seorang engineer khususnya lulusan Teknik Informatika memiliki pengetahuan mengenai kriptografi. Dengan bekal pengetahuan tersebut, minimal akan mengetahui bagaimana sistem komunikasi yang aman, serta berbagai hal lain mengenai keamanan data. "Kalau tidak pernah belajar kriptografi dan misal lulusan tersebut nanti menjadi seorang desainer sebuah aplikasi komputer, dia akan kurang peka terhadap hal-hal yang harus dirancang untuk keamanan aplikasi yang dibuatnya," imbuh Nanda.

Peluang Kerja

Big Data merupakan sebuah istilah populer yang banyak digunakan untuk menyebut data dalam jumlah sangat besar. Nanda menilai salah satu kekuatan besar IT (Information Technology) ialah pada Big Data ini.

Nanda memaparkan bagaimana ke depannya dunia teknologi informasi akan membutuhkan banyak engineer yang mengerti perihal Big Data. Berkaitan dengan hal itu, prinsip kriptografi  membantu dalam merancang bagimana pemrosesan Big Data tersebut.

Para engineer dapat berlomba bagaimana membuat sebuah mekanisme yang dapat membuat pengaksesan Big Data dengan sangat cepat. Dalam melakukan pengaksesan data pada Big Data, kecepatan memang menjadi hal yang diutamakan karena jumlah data yang sangat besar itu. Namun, kecepatan itu akan berdampak pada presisi kebenaran hasil pengaksesan datanya. Biasanya presisi yang ditargetkan memang tidak akan mencapai 100%.

"Coba kita lihat beberapa website yang saat ini banyak diakses oleh pengguna internet," ajak Nanda. Google, Twitter, dan Facebook merupakan beberapa di antaranya. Mereka memiliki data dalam jumlah yang sangat besar. Semuanya menggunakan Big Data dalam aplikasinya. "Ada peluang pekerjaan yang besar di sana," ungkap Nanda menyimpulkan.

Di sela-sela uraian materi, Nanda juga berbagi pengalaman mengenai pekerjaannya  di Google. Google yang terkenal sebagai search engine (mesin pencari) yang banyak digunakan masyarakat didukung oleh ketersediaan data dalam jumlah triliunan. Nanda mengaku pengetahuan yg ia miliki akan prinsip-prinsip kriptografi sangat membantu dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang dilimpahkan padanya.

"Saat ini prinsip kriptografi banyak sekali digunakan pada berbagai aplikasi sehingga penting untuk belajar dan mengetahui mengenai prinsip-prinsip pada kriptografi untuk mendukung di dunia kerja kelak," tutur Nanda mengakhiri pada kuliah tamu Program Studi Teknik Informatika mengenai Kriptografi, Selasa (21/02/12). Kuliah tamu ini menghadirkan salah satu alumni Teknik Informatika ITB untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya kriptografi di dunia kerja nanti.

 

Disunting dari berita yang dikirim oleh Ramasha Shella Gustia, Teknik Informatika ITB