Logo

Berita

Institut Teknologi Bandung

25 April 2014
Current weather
22.4 C
Humidity:96 %

BANDUNG, itb.ac.id - Ulos ialah kain tradisional yang dibuat dengan cara ditenun, dan berasal dari beberapa etnis di Sumatera Utara, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo, dan sekitarnya. Makna kata ulos ini sendiri ialah selimut, yang dapat menghangatkan tubuh. Ulos memiliki bermacam-macam jenis/motif, yang memiliki makna tersendiri. Pada 5, 7, dan 8 November 2011 bertempat di Galeri Campus Center Timur ITB, Unit Kesenian Sumatera Utara (UKSU) ITB mengadakan acara Ulosvaganza,  yaitu sebuah rangkaian acara bertemakan Ulos, yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa dalam pelestarian ulos.

Acara Ulosvaganza sendiri terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu pameran, seminar, diskusi, talkshow, serta fashion show. Rangkaian acara ini disusun sedemikian rupa sehingga seperti air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir, yakni membahas bagaimana asal-usul, serta keberadaan ulos sekarang, kemudian berlanjut kepada bagaimana cara mengembangkan ulos tanpa mengurangi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, dan terakhir apa saja yang dapat dilakukan dalam mengembangkan ulos sebagai produk kesenian dan kebudayan Indonesia di masa kini .

Acara dibuka dengan pameran yang diadakan selama acara berlangsung bertempat di Galeri 2 CC Timur ITB. Acara ini memamerkan berbagai jenis ulos yang umum dipakai oleh masyarakat batak saat ini seperti ulos sadum, ragi hotang, ragi idup, dan lain-lain. Selain itu terdapat juga beberapa koleksi ulos dari Merdi Sihombing,seorang fashion designer ternama yang mengembangkan ulos dalam banyak karyanya, berupa ulos yang langka dan hampir punah serta produk-produk hasil pengembangan ulos dalam dunia industri kreatif. Pada pameran ini juga didatangkan ibu-ibu partonun (penenun), yang secara langsung mempraktikkan bagaimana cara membuat ulos kepada pengunjung.

Pada hari yang sama dengan pembukaan pameran, bertempat di Galeri 2 Gedung CC Timur ITB diadakan seminar dengan judul "Napak Tilas Ulos : Sang Kain Tenun dari Tanah Batak". Seminar ini diisi oleh ibu Ratna Panggabean, seorang dosen berdarah Batak-Belanda dari Program Studi Kriya Tekstil ITB yang banyak meneliti tentang ulos. Sesuai dengan temanya, seminar ini banyak membahas tentang penelusuran ulos mulai dari awal keberadaannya, pembuatannya, jenis-jenisnya, serta fungsinya dalam masyarakat batak.

Pada hari kedua, diadakan diskusi budaya yang melibatkan anggota UKSU-ITB dan juga mengundang beberapa elemen terkait yang concern dalam kebudayaan Sumatera Utara yang ada di Bandung. Acara ini mengundang Yunus Situmorang sebagai moderator, dan beberapa narasumber dari kalangan akademis maupun pemuka adat. Diskusi berjalan dengan hangat, karena terdapatnya pemikiran yang berbeda antara konsep pengembangan ulos itu sendiri. Di akhir acara moderator mengakhiri diskusi pada kesimpulan bahwa ulos patut dikembangkan namun tidak sembarangan yaitu dengan tetap menjaga nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Di hari terakhir rangkaian acara ini, diadakan Talkshow yang bertujuan untuk membahas apa saja yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengembangkan ulos sebagai produk kesenian dan kebudayan Indonesia di masa kini. Ditengah acara Talkshow, diadakan sebuah fashion show yang diisi oleh beberapa mahasiswa ITB yang mengenakan ulos-ulos hasil karya bapak Merdi Sihombing. Fashion show yang bertujuan untuk menyadarkan peserta akan keindahan ulos ini secara langsung menambah kemeriahan acara talkshow.

Penutupan acara Talkshow sekaligus menutup acara ulosvaganza dalakukan di penghujung acara Talkshow, dengan penampilan musik dan vokal oleh tim seni Los Mahoyos UKSU-ITB. Dengan diiringi lagu Sinanggar Tulo, seluruh peserta dan narasumber ikut menari dengan semarak, sebagai tanda telah ditutupnya acara. Berakhirnya acara Ulosvaganza UKSU-ITB, bukan berarti perkembangan dari ulos juga berakhir, namun bisa menjadi awal dari perkembangan ulos di masa depan.

Berita ditulis oleh pengunjung dan sudah disunting oleh Kantor Berita ITB